Menyambut tahun baru 2019 tanpa terompet, petasan dan kembang api

Kegaitan Dalam Menyambut Tahun Baru 2019 Makan Bersama Beralaskan Daun Pisang. (dokumen desa.id - foto : badar)

tridarmawirajaya.desa.id | Tahun baru adalah tahun harapan, demikian yang dilakukan olah banyak orang. Dengan tahun baru diharapkan semua kegiatan dan aktifitas akan berubah dibandingkan dengan tahun yang lalu. Dengan semangat yang baru semua harapan dan cita-cata akan terlaksna di tahun yang baru. Berbagai oleh-oleh dan hadiah kepada sesama temanpun mengalir dengan ucapan “selamat tahun baru”. Bahkan pada hari yang baru banyak warga meninggalkan aktifitas untuk berlibur bersama keluarga. hal ini sudah menjadi tradisi.

Tradisi menyambut tahun baru Masehi di Kampung Tridarma Wirajaya hampir berjalan setiap tahun. Banyak kegiatan yang dilakukan oleh pemuda, keluarga dan organisasi. Kegiatan sekedar berkumpul ngopi bareng, menyanyi, dan makan bersama. Entah berasal dari mana tradisi itu, tetapi semakin tahun semakin meriah.

Makan Bersama Dalam Menyambut Tahun Baru 2019. (dokumen desa.id – foto : badar).

Berbeda dengan tahun sebelumnya, menyambut tahun baru 2019 di Kampung Tridarma Wirajaya dilaksanakan sangat sederhana. Tanpa terompet, petasan dan kembang api. Hal ini dilakukan mengingat saudara kita yang tertimpa musibah berupa tsunami. Cukup dengan do’a bersama, makan bersama beralaskan daun pisang dan sekedar melepas kepenatan dengan menyanyi diiringi orgen tungal.

Banyak warga menunggu detik-detik berakhirnya tahun 2018 dengan tidak tidur. Baik anak-anak, pemuda dan orang tua sekedar menunggu tahun baru 2019 tiba. Dengan harapan tahun baru 2019 akan membawa perubahan. Terutama kesehatan, dimudahkan dalam usaha, mendapatkan rizqi yang barokah, dan dimudahkan jodohnya bagi yang masih jomblo.

Dengan Menunggu Pergantian Tahun Baru Menyanyi Diiringi Orgen Tunggal. (dokumen desa.id – foto : badar)

Setelah acara berdo’a bersama dilakukan, dengan harapan mudah-mudahan di tahun 2019 akan menjadi tahun yang lebih baik acara dilanjutkan dengan makan bersama. Dan yang terakhir menyanyi bersama. Tetapi malam penantian tahun baru dibarengi dengan turunya hujan, sehingga acara sempat tehenti. Dilanjutkan setelah hujan reda sampai dengan pukul 01.00 WIB.

Seakan benar-benar tahun baru akan membawa perubahan, padahal tanpa usaha tidak akan berhasil, maka pada malam itu hampir sebagaian warga melakukannya dengan membakar jagung, membakar ayam bahkan memotong kambing untuk menunggu detik-detik pergantian tahun baru pukul.00.00. dengan merencanakan kegiatan di hari yang baru untuk berekreasi bersama keluarga.

(badar/tdw)

About Badar 416 Articles
Pegawai Kecamatan Banjar Agung

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan