Sanitasi berbasis masyarakat dan penanda tanganan kesepakatan bersama stop buang air sembarangan

Sosialisasi STBM Kampung Tridarma Wirajaya Bersama Hernawati (kiri) Dian (kedua dari kiri) dab Badar (kopiah hitam) Riswanto (kanan) di Balai Kampung Tridarma Wirajaya. (dokumen desa.id - foto : badar)

tridarmawirajaya.desa.id – Minggu,16/12/2018. Kampung Tridarma Wirajaya bekerjasama dengan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Tulang Bawang 1 telah mengadakan sosialisai Sanitasi TotalBerbasis Masyarakat (STBM) dan Penandatanganan kesepakatan bersama stop buang air besar sembarangan. Kegiatan dilaksanakan di Balai Kampung Tridarma Wirajaya Sabtu, 15/12/2018.

Kegiatan dihadiri oleh Perangkat Kampung, Tokoh Masyarkat, Tokoh Agama. Badan Permusyawaratan Kampung (BPK), Ibu-ibu dan Kader Posyandu Dahlia Kampung Tridarma Wirajaya. Kegaitan ini bertujuan untuk memberikan sosialisasi tentang Sanitasi berbasis masyarakat yang menerapkan pemberdayaan masyarakat dengan metode pemicuan untuk ,memperkuat budaya perilaku hidup bersih dan sehat pada masyarakat, mencegah penyakit berbasis lingkungan.

Peserta Sosialisasi STBM di Balai Kampung Tridarma Wirajaya. (dokumen desa.id – foto : badar)

Disampaikan oleh bidan desa Hernawati, S.Keb, tentang pentingnya jamban sehat untuk kesehatan keluarga dan lingkungan. Diawal musim penghujan ada beberapa warga yang terjangkit penyakit diarhe hal ini disebabkan oleh salah satunya jamban yang masih kurang sehat atau jamban cemplung. Diharapkan kepada warga yang masih memiliki jamban cemplung akan beralih ke jamban tertutup menggunakan leher angsa.

Dian petugas kesehatan dari puskesmas Tulang Bawang 1 menyampaikan , ada beberapa syarat membuat jamban sehat, diantaranya tidak mencemari air artinya saat menggali lobang untuk kotoran tidak mencapai permukaan air, jarak lobang kotoran ke sumur sekurang-kurangnya 10 meter. Tidak mencemari tanah permukaan artinya tidak membuang air besar disembarangan tempat. Tidak menimbulkan bau dan nyaman, artinya jika mengunakn jamban cemplung lobang harus ditutup. Pastikan aman digunakan pemakainya artinya jika lobang dinding mudah longsor pasanglah penguat pada dinding menggunakan batu atau selongsong dari bambu. Mudah dibersihkan dan tidak menimbulkan gangguan bagi pemakai. Tidak menimbulkan pemandangan yang kurang sopan artinya jamban harus berdinding dan berpintu.

Penanda Tangan Kesepakatan Bersama untuk tidak membuang Air besar sembarangan.(dokumen desa.id – foto : badar)

Disampaikan oleh Sekretaris Kampung (Badar) berkaitan dengan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) bahwa Kampung Tridarma Wirajaya sesuai dengan hasil musrenbang untuk tahun 2019 akan membangun jambanisasi bagi warga ekonominya lemah. Oleh karena itu tindak lanjut dari acara hari ini, kader kesehatan kampung bekerjasama dengan Ketua RT masing-masing wilayah mendata dan memverifikasi kepemilikan jamban yang belum memenuhi syarat kesehatan. Dengan tujuan untuk memastikan terjadinya perubahan perilaku warga. Yang pada akhirnya warga bebas buang air besar sembarangan.

(badar/tdw)

About Badar 416 Articles
Pegawai Kecamatan Banjar Agung

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan