Kisah dibalik kepulangan peserta tot pelatihan sistem informasi desa

Peserta dari Gorontalo yang Tertinggal Pesawat.(dokumen desa.id -foto : badar)

tridarmawirajaya.desa.id | Pelatihan Training of Trainer (TOT) Pengelolan Sistim Informasi Desa yang diselengarakan di desa Mandala Mekar. Kecamatan jati Waras, Kabupaten Tasikmalaya sudah berakhir tanggal 30 November 2018. Pelatihan yang diselengarakan selama sepuluh hari, dimulai dari tanggal 21- 30 November membawa kisah tersendiri bagi peserta ataupun instruktur.

Acara puncaknya malam sabtu. Malam penutupan bagi semua peserta. Dimulai dari sambutan kepala desa Mandala Mekar Bapak Yaya Novianto, Camat Jati Waras, dan ditutup oleh diriktur BP2DK bapak Irman Meilandi. Selanjutnya acara penutupan dimeriahkan elektone tunggal dan kendang jaipong. Hiruk pikuk antara rasa bahagia dan haru bercampur menjadi satu dalam dada peserta, bahkan air matapun terurai seakan belum rela untuk berpisah.

Suasana Belajar di Bale Swalaya Semakin Akrab. (dok. desa.id- foto : badar).

Malam itu juga peserta bergegas untuk bersiap-siap menuju Jakarta, karena mengejar tiket pesawat di hari Minggu dengan alasan karena ada reuni 212 jalan akan macet. Bagi yang akan pulang menggunakan pesawat pada malam itu menuju Jakarta. Kecuali yang akan pulang pada tangal 3 dan 4 dan yang menggunakan kereta seperti Kabupaten Kendal dan Wonogiri menggunakan kereta.

Peserta Gorontalo, mempunyai kisah tersendiri. setelah istirahat setengah malam di Jakarta bergegas untuk menuju bandara supaya tidak ketinggal pesawat. Tapi nasib berkata lain, ternyata telambat untuk cekin. Akhirnya tiket pesawat yang telah dipesan hangus. Peserta bingung, karena untuk membeli tiket pesawat tujuan gorontalo uang yang dimiliki tidaklah cukup. Akhirnya peserta TOT yang sudah bertabur menuju daerahnya masing-masing mngambl inisiatip yang dimotori oleh Chotimul Asom dari desa hilir betuah,tambilahan dan Any dari desa Wonosari Kabupaten Kendal untuk mengumpulkan point membatu teman kita yang terdampar di bandara Terkumpulah point tersebut dan akhirnya cukup membeli tiket pasawat untuk 4 orang. Tetapi lagi-lagi sial, karena pada malam itu tiket pesawat menuju gorontalo sudah habis. Akhirnya mengnap lagi di bandara Baru keesokan harinya dapat membeli tiket pesawat dan terbang ke gorontalo.

Peserta dari Gorontalo yang Tertinggal Pesawat.(dokumen desa.id -foto : badar)

Rasa kekeluargaan dan senasib menjadi pandu desa rupanya sudah tertanam di peserta, walaupun baru sepuluh hari berkumpul. Hal ini dapat dibuktikan denan saling membatu teman dalam kesusahan. Rasa terimaksihpun terucap dari teman-teman gorontalo mudah-mudahan akan selalu terjalin pesaudaraan terutama dalam memelihara kesatuan dan kesatuan NKRI melalui Sideka yang akan menjadi kekuatan yangdimulai dari pinggiran kepulaun Indonesia.

(tridarmawirajaya/bdr)

About Badar 416 Articles
Pegawai Kecamatan Banjar Agung

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan