Solihin petani cabe jempol kampung tridarma wirajaya

Jenis Cabe lokal Milik Solihin. Kampung Tridarma Wirajaya(dokumen desa.id - foto : badar).

tridarmawirajaya.desa.id | Cabai atau cabe merah adalah jenis tanaman yang mudah tumbuh dan hidup di iklim tropis. Buah dan tumbuhan cabe termasuk anggota genus Capsicum. Buahnya dapat digolongkan sebagai sayuran maupun bumbu, tergantung bagaimana digunakan. Sebagai bumbu, buah cabai yang pedas sangat populer di Asia Tenggara sebagai penguat rasa makanan.

Bercerita tentang kebun cabe merah milik Solihin warga Kampung Tridarma Wirajaya, Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang. Salah satu petani cabe jempolan yang sudah dimulai dari usia bujang. Untuk mencapai kebun cabe milik solihin tidak terlalu sulit. Dari perempatan Pasar Kampung berjarak seratus meter. Terletak di pinggir jalan poros Kampung sebelah kiri arah menuju kantor Kampung Tridarma Wirajaya. Pastinya di pekarangan belakang SMPN 1 Banjar Agung, karena tanah yang digarapnya milik SMPN 1 Banjar Agung.

Buah Cabe Lokal Milik Solihin Kampung Tridarma Wirajaya. (dokumen desa.id- foto : badar)

“Budidaya cabe merah keriting tidak terlalu sulit, pertama bibit harus unggul dan tahan terhadap hama dan penyakit. Cabe merah yang saya tanam adalah bibit lokal hasil produk sendiri. Sebenarnya bibit cabe lokal banyak kelemahanya di banding dengan kelebihanya. Kelemahan dari bibit lokal, yaitu bunga mudah rontok, tidak tahan dengan serangan lalat buah dan bobot yang ringan karena biji cabe yang jarang. Kelebihanya hanya satu, yaiu tahan terhadap hama trip sehingga daun cabe tidak mudah keriting.” Kata Solihin.

Cabe yang saya tananm seluas 3.500 persegi. Sampai hari ini 18/11/2018 sudah memetik sebanyak tujuh belas kali. Puncak hasil petikan mencapai lima kwintal tujuh puluh  lima kilogram. Harga per kilogram Rp 15.000,-. ‘Cabe lokal lebih ringan dibanding dengan cabe merah hibrida. Untuk satu karung besar hanya 60 Kg saja.” lanjutnya.

Solihin merupakan sosok panutan bagi petani cabai di Kampung Tridarma Wirajaya. Hasil tanamanya tidak pernah gagal. Ia menanam cabe hampir disembarang waktu. Baik itu di musimkemarau atau di musim penghujan. Kesemuanya dapat menghasilkan buah yang maksimal. Hai itu tidak diragukan lagi, karena pengalamanya dalam budidaya cabe suduah dimulai sejak usia muda.

Kebun Cabe Milik Solihin Yang sedang Dipetik Oleh Ibu-Ibu.(dokumen desa.id – foto : badar)

Jika dilihat dari buah dan calon buah cabe lokal ini luar biasa. Dimana calon buah sampai ke tunas sangat lebat sekali, bahkan melebihi buah pertama. Mudah-mudahan tidak ada hama dan penyakit, sehingga buah mencapai maksimal.” harapan Solihin.

Untuk memanen cabe dilakukan setiap dua hari. Dengan tenaga petik sebanyak 6 orang sampai dengan 8 orang. Selain panen cabai untuk dijual Solihin memilih cabai yang bagus untuk pengadaan benih selanjutnya. Karena dari seleksi benih tersebut akan dibudidayakan kembali. Dengan mempelajari kelemahan dan kelebihan benih lokal.

(badar/tdw)

About Badar 416 Articles
Pegawai Kecamatan Banjar Agung

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan