Peringati hari santri nasional tpa al-istiqomah adakan khataman alqur’an bersama

Suasana TPA Al-Istiqomah Dalam Rangka Memperingati Hari Santri Nasional Dengan Khataman Al-Qur'an. (dokumen desa.id - foto : badar).

tridarmawirajaya.desa.id | Banyak cara yang dilakukan dalam memperingti hari Santri Nasional. Ada yang mengadakan pawai mengelilingi Kampung, berbagai lomba dan upacara, bahkan istighosah bersama. Semua dilakukan untuk memberikan pengertian kepada para santri, bahwa peran santri dalam mengisi kemerdekaan sangat besar. Selain itu santri dituntut menjadi intelektual dan mampu menguasai ilmu dan tekhnologi.

Untuk mengenalkan kepada santri, bahwa tanggal 22 Oktober adalah hari Santri Nasional, maka pengasuh Taman Pendidikan Alqur’an (TPA) Al-Istiqomah Kampung Tridarma Wirajaya, Ustadz Royan Ali menggelar Hataman Alqur’an, hataman Juz amma dan hafalan do’a – do’a pendek. Kegiatan itu digelar di teras gedung TPA yang diikuti oleh Ustadz dan Ustadzh beserta anak-anak santri Al-Istiqomah.

Anak – anak Sedang Membaca Alqur’an dan Iqro’. (dokumen desa.id – foto : badar)

Disampaikan oleh Ustadz Royan Ali mengapa pada tanggal 22 Oktober dijadikan hari santri. Karena pada tanggal 22 Oktober telah ditetapkan oleh pemerintah sebagai hari Santri Nasional. Kemudian dilanjutkan, bahwa para santri supaya giat dalam belajar, baik belajar ilmu umum atau ilmu agama. Berbhakti kepada orang tua dan guru agar menjadi anak yang berguna bagi nusa bangsa dan agama.

Suara menggemuruh memenuhi teras Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) Al-Istiqomah dengan ayat -ayat Al-qur’an. Dipandu langsung oleh ustadz Royan Ali anak-anak santri dan ustadz beserta Ustadzah mengalunkan ayat-ayat suci al-qur’an. Dari Sekian santri yang sudah pandai membaca Al-Qur’an, maka cara membacanya dibagi beberapa Juz. Tidak satu santri membaca Tiga puluh Juz, tetapi satu santri hanya kebagian baca seperempat juz. Hal ini tidak memakan waktu yang lama.

Pengasuh TPA Al-Istiqomah Royan Ali Dalam Memimpin kahataman Qur’an (dokumen desa.id – foto : badar).

Setelah selesai membaca Iqro’ dan Al-Qur’an, bagi anak-anak nol kecil dan nol besar menyetorkan hafalan doa’-do’a pendek dengan maju bergantian. Begitu juga kepada anak-anak yang sudah duduk di kelas empat menyetorkan hafalan hadist. Rupanya kegiatan seperti ini disukai oleh anak-anak. Tidak terasa waktupun semakin sore, dan tidak disadari bahwa inilah cara memperingati hari santri. Semoga anak-anak dikemudian hari menjadi anak yang tangguh dalam mengisi kemerdekaan dengan iman dan taqwa.

(badar/tdw)

About Badar 416 Articles
Pegawai Kecamatan Banjar Agung

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan