Diguyur hujan, pengajian mwc nu kecamatan banjar agung

Istighhosahan Pada Pengajian Ahad Kliwonan MWC NU Kecamatan Banjar Agung. (dokumen desa.id - foto : badar)

tridarmawirajaya.desa.id | Selasa. 09/10/2018. Pengajian selapanan (jawa) atau Ahad kliwonan yang digelar oleh Majlis Wakil Cabang (MWC) Nahdzatul ‘Ulama (NU) Kecamatan Banjar Agung di guyur hujan. Pengajian yang dihadiri oleh Jama’ah Nahdziyin dari sebelas Kampung bertempat di Pondok Pesantren Nahdhatuttholibin Kampung Trimukti Jaya Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang, selain dihadiri oleh jama’ah nahdziyin hadir juga ulama – ulama sepuh, Muspika Keamatan Bajar Agung, Kepala Kampung dan pengasuh pondok pesantren di wilayah kecamatan Banjar Agung.

Pengajian dibuka oleh ketua panitai Ustadz Agus termasuk generasi muda yang sangat peduli dengan kegiatan NU di Kecamatan Banjar Agung. Dilanjutkan dengan laporan keuangan NU Kecamatan Banjar Agung. Setalah laporan selesai kemudian berdoa bersama berupa suratul Al-Fatehah bagi ahli kubur yang telah mendahului kita yang berasal dari ahli kubur jama’ah pengajian.

Jama’ah Pengajian MWC NU Kecamatan Banjar Agung. (dokumen desa.id – foto : Badar)

Acara inti dari pengajian adalah istighosah bersama yang diimami oleh Kiyai Ruslan pengasuh Pondok pesantren Nahdhotuttholibin. suara menggema syahdu didengar telinga. Semua peserta yang hampir tiga ratus orang mengucapkan lafadz bersama, serasa bergetar halaman yang pondok pesantren. Damai rasanya dan hilang semua penat, ditambah dengan suara dari Kiyai Ruslan yang seolah – oleh menyayat hati.

Pengajian MWC NU Kecamatan Banjar Agung merupakan kegiatan pengajian yang diselenggarakan oleh Pengurus MWC NU. Tempat penyelenggaraanya berpindah-pindah sesuai dengan undian yang di dapat. Untuk bulan berikutnya hari Ahad Kliwon bertempat di Kampung Tri Tunggal Jaya. Begitu seterusnya untuk bulan berikutnya. Disamping kegiatan rutin pengajian yang berisikan istighosah adalah sebagai silaturahmi antar warga Nahdiyyin, khususnya yang bertempat tinggal di Kecamatan Banjar Agung.

Air Hujan yang Menggenangi Tempat Jama’ah. (dokumen desa.id – foto : badar)

Acara selanjutnya pengisian tausiyah yang merupakan akhir dari istighosah. Pada saat itulah hujan turun dengan tiba-tiba yang disertai angin kencang. Cuaca yang awalnya terang benderang menjadi curahan hujan. Suasana menjadi panik. Air hujan mengalir ke tengah-tengah jamaah, sehingganya jamaah pria dan wanita semuanya berdiri. Sound syetem mendadak mati tidak berbunyi lagi.

Walaupun diguyur hujan jemaah tetap mendengarkan tausiyah. Ada sebagian jamaah yang bersyukur, karena hujan yang ditunggu-tunggu telah tiba. Dan dikatakan bahwa pengajian ahad kliwon kali ini membawa berkah tersendiri berupa curahan air hujan yang sudah lama ditungu-tunggu.

(badar/tdw)

About Badar 416 Articles
Pegawai Kecamatan Banjar Agung

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan