Musim kemarau pengaruhi pasar tradisional kampung tridarma wirajaya

Penjual Makanan (Getuk) Ibu Sumiayti Sedang menunggu Pembeli (dokumen desa.id -foto : badar)

tridarmawrajaya.desa.id | Pasar milik Kampung Tridarma Wrajaya termasuk salah satu pasar tradsional. Dinamakan pasar tradidional karena pasar yang pelaksanaannya bersifat tradisional tempat bertemunya penjual pembeli, terjadinya kesepakatan harga dan terjadinya transaksi setelah melalui proses tawar-menawar harga. Biasanya pasar tradisional umumnya menyediakan berbagai macam bahan pokok keperluan rumah tangga, dan pasar ini biasanya berlokasi di tempat yang terbuka.

Karena pasar Kampung Tridama Wirajaya termasuk pasar tradisional, maka bangunan di pasar ini berbentuk toko dan kios. Toko semi permanen umumnya digunakan untuk berjualan aneka kue, pakaian, dan barang atau perabotan lainnya. Adapun los-nya yang digunakan untuk berjualan buah-buahan, sayuran, ikan, daging dan sebagainya. Penerangan di pasar tradisional secukupnya, dan tidak ber-AC. Kebersihan juga kadang kurang terjaga, seperti sampah banyak berserakan dan bertumpukan sehingga sering menimbulkan bau. Akibatnya jika turun hujan, akan becek dan kotor. Tapi semakin kesini kebersihan di pasar tradisional yang dimliki kampung mulai di tingkatkan, bahkan sekarang menjadi rapi dan bersih sehingga nyaman untuk dikunjungi.

Dimusim Kemarau Pedagang Yang Rame Hanya Makanan dan Sayuran.(dokumen desa.id – foto : badar).

Pasar di Kampung Tidarma Wirajaya termasuk pasar tradsional yang berdri sejak tahun 1982. Terletak disuku 01, pintu gerbang masuk ke Kampung tepatnya di Jalan Pertamina arah kota KTM Rawa Pitu. Letaknya yang strategis, didukung oleh beberapa Kampung. Kampung Trmulya Jaya, Trimukti Jaya, Kampung Moris Jaya, Aji Permai Kecamatan Gedung Aji Lama, Kampung Sukamaju Kecamatan Banjar Margo. Semuanya berdekatan tidak terlalu jauh. Paling jauh jaraknya dua kilo meter.

Dalam aktivitasnya pasar kampung tidak seramai seperti biasanya. Yang nampak hanya jualan sayuran, makanan kecil dan ikan. Ramanya pasar kampung tergantung dari hasil petani. Jika hasil petan khususnya karet harganya bagus, pasar akan ramai. Tetapi untuk saat ini dikarenakan hasil petani menurun, maka pasar ikut sepi sehingga yang ramai hanya pedagang makanan dan sayuran.

Pedagang Ikan merasakan Sepinya Pasar.(dokumen desa.id – foto : badar)


Ibu-Ibu Yang Merasakan Sepinya pembeli Duduk santai.(dokumen desa.id – foto : badar)

Pasar tradional Kampung Tridarma Wirajaya cukup lengkap untuk memenuhi kebutuhan pembeli. Yang tersedia di pasar kampung Trdarma Wirajaya mulai dari kebutuhan pokok sampadengan materal bangunan. Tetapi dimusim kemaru daya beli sangat rendah, Hal ini dikarenakan pengaruh dari hasil tani menurun. Disamping itu petani kebun terutama karet sulit getah dan harga menurun.

(badar/tdw)

About Badar 416 Articles
Pegawai Kecamatan Banjar Agung

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan