Rumahku adalah surgaku

Kondisi Rumah Milik Tasiman Yang Perlu untuk Direhab. (dokumen desa.id - foto : badar)

tridarmawirajaya.desa.id | Berbagai pembangunan infrastruktur di Kampung Tridarma Wirajaya, Kecamataan Banjar Agung guna pemenuhan kebutuhan dasar, hampir terelaisasi semua. Pembanganan podium olah raga, gedung sekolah dari SD sampai dengan SMK, Draenase, Pasar desa, Masjid,gorng-gorong, Pamsimas sebagai pemenuhan kebutuhan air, bahkkan jalan ekonomi produktif. Tetapi masih ada pembangunan yang belum terealisasi yaitu pembangunan yang langsung menyentuh kepada masyarakat, yaitu pembangunan rumah tinggal bagi keluarga tidak mampu yang bersumber dari bantuan pemerintah.

Masih banyak warga yang memerlukan bantuan langsung baik dari anggaran desa atau dari pemerintah melalui dinas terkait untuk mengentaskan pemukiman yang kurang layak. Di Kammpung Tridarma Wirajaya masih ada 64 rumah yang tidak layak yang harus untuk dibantu dari 624 Kepala Keluraga. Ini yang masih menjadi pekerjaan rumah kepala Kampung dan jajaranya.

Keadaan Rumah Tinggal Yang Layak Untuk di Bantu. (dokumen desa.id – foto : badar)

Keadaan seperti itu hampir ada di setiap Kampung di wilayah Kecamatan Banjar Agung. Sebenarnya berbagai aksi sudah di lakukan oleh kampung yang diprakarsai oleh TSK dan PSM, tetapi memang keadaan keuangan desa yang belum cukup, sehingga yang direhab baru beberapa rumah. Itupun hasil murni swadaya dan gotong royong masyarakat.

Sebenarnya hampir disetiap kampung mengusulkan untuk memohon bantuan rehab rumah, dari tahun 2014 khusunya Kampung Tridarma Wirajaya, tetapi sampai sekarang belum pernah ada jawaban dari dinas sosial dan dinas terkait. Usulan itu melalui Ibu Risma TKSK Banjar Agung. Sementara dari desa belum pernah ada yang menganggarkan untuk rehab rumah bagi keluarga yang tidak mampu.

Keadaan Rumah Enceng yang ditempati sejak tahun 2011. (dokumen desa.id – foto : badar)

Dari beberapa rumah yang dikunjungi ada salah satu pemilik rumah, Enceng namanya. mengatakan ” saya menghuni rumah ini sejak tahun 2011. Saya cukup nyaman, karena ini tempat tinggal saya. Ini kemampuan saya, Ibarat rumahku adalah surgaku, apabila desa atau pemerintah mau membantu, saya terima dan saya ucapkan terimakasih.”

Jika dicermati ucapan dari Enceng adalah ucapan keputusasaan. yang sebenarnya ingin memiliki rumah yang layak huni, tetapi tidak ada kemampuan untuk itu.Karena Enceng bekerja sebagai buruh serabutan dan buruh cuci piring di orang hajatan, itupun kalau ada yang memerlukan tenaganya. Dan ini menjadi pekerjaan yang tertunda bagi desa dan dinas instansi terkait. Sebab memang benar-benar perlu untuk di bantu.

(badar/tdw)

About Badar 416 Articles
Pegawai Kecamatan Banjar Agung