Tanggal satu muharam tpa al-istiqomah lakukan pawai keliling desa

Santri TPA, Ustadz dan Ustadzah Mengadakan Pawai Keliling Desa Tridarma Wirajaya Menyambut Bulan Muharam (dokumen desa.id - foto : badar)

tridarmawirajaya.desa.id | Kedatangan tahun baru biasanya ditandai dengan berbagai kemeriahan, seperti pesta kembang api, keramaian tiupan terompet, maupun berbagai arak-arakan di malam pergantian tahun.
Lain halnya dengan pergantian tahun baru Jawa yang jatuh tiap malam 1 Suro (1 Muharram) yang tidak disambut dengan kemeriahan, namun dengan berbagai ritual sebagai bentuk introspeksi diri.
Saat malam 1 Suro tiba, masyarakat Jawa umumnya melakukan ritual tirakatan, lek-lekan (tidak tidur semalam suntuk), dan tuguran (perenungan diri sambil berdoa).
Bahkan sebagian orang memilih menyepi untuk bersemedi di tempat sakaral seperti puncak gunung, tepi laut, pohon besar, atau di makam keramat.
Ritual 1 Suro telah dikenal masyarakat Jawa sejak masa pemerintahan Sultan Agung (1613-1645 Masehi).

Anak-anak TPA Al-Istiqomah Berkumpul di Halaman TPA Untuk Mengikuti Pawai Keliling. (dokumen desa.id – foto Badar)

Berbeda dengan yang dilakukan oleh anak-anak TPA Al-Istiqomah di hari pertama bulan Muharam. Dalam memperingati tahun baru hijriyah TPA Al-Istiqomah mengadakan pawai keliling desa yang diikuti oleh semua santri, ustadz dan ustadzah. bahkan oang tua santri.

Kegiatan ini disambut gembira oleh anak-anak an orang tua santri. Bahkan banyak wali santri yang ikut serta keliling desa. Route yang diambil mulai dari halaman TPA arah kebarat belok ke kanan di jalan dua. Perempatan gereja belok ke kanan sampai ke jalan dua arah pustu menuju jalan pertamina. Belok ke kanan arah perempatan pasar. Belok ke kanan jalan poros kampungmenuju ke arah tugu kuning. Belok ke kiri kembali ke gedung TPA. Jarak yang ditempuh 2,8 Km.

Anak-Anak TPA Siap Berangkat Pawai (dokumen desa.id – foto : badar)

Menurut Ustadz Royan Ali, tujuan diadakan pawai keliling desa untuk mengenalkan kepada santri lingkungan sekitar, kedua melatih kepda siswa rasa persatuan dan kesatuan serta kesetiaan kawan. Mengenalkan bahwa bulan muharam adalah bulan pertama di tahun Hijriyah. bulan yang berbeda dengan bulan-bulan lainya. Bulan Muharam adalah bulan yang penuh dengan cobaan dan ujian hingga tanggal sepuluh muharam. Di bulan Muharram terjadi banyak peristiwa penting terutama pada masa kenabian dan Rasulullah. Disebutkan bahwa Allah SWT menyelamatkan nabi Musa As bersama umatnya yakni bani israil pada bulan muharram dari kejaran tentara Fir’aun dan menyelamatkan mereka dengan menenggelamkan bala tentara firaun di laut Merah.

(badar/tdw)

About Badar 416 Articles
Pegawai Kecamatan Banjar Agung

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan