Kuli cabut singkong ikut meriahkan hut ri ke-73

Lomba Panjat pohon Pisang Yang diadakan Oleh Kuli Cabut Singkong Dalam Rangka HUT Ke-73 RI di RT. 03 Suku 04 Kampung Tridarma Wirajaya. (dokumen desa.id - foto : badar)

Tridarma Wirajaya, 19/08/2018. Banyak cara yang dilakukan warga Kampung Tridarma Wirajaya, Kecamatan Banjar Agung dalam memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan ke -73 Republik Indonesia. Salah satu cara dalam peringatan itu diantaranya adalah panjat debok (batang pisang). Diberi nama panjat pohon pisang karena yang dipanjat dalam lomba itu adalah pohon pisang. Yang pada umumnya lomba panjat pinang. Dikarenakan pohon pinangnya tidak ada, maka diganti dengan pohon pisang.

Dalam lomba panjat pohon pisang sama dengan lomba panjat pinang. Kesamaanya hadiah dipasang di atas batang. Berbagai jenis hadiah yang dipasang., seperti jajanan, gayung, kaos . Perbedaanya adalah ketingian pohon yang akan dipanjat. Jika pohon pinang dapat menjulang tinggi, sedangkan pohon pisang tidak terlalu tinggi.

Persiapan Lomba Panjat Pohon Pisang. (dokumen desa.id – foto : badar)

Yang menarik dari lomba panjat pohon pisang ini pesertanya berasal dari buruh kuli cabut singkong.
“Setiap tahun kami mengadakan perlombaan. Atas usul dan inisaitip teman-teman saja, karena semangatnya yang luar biasa.” Sambut Mattoha
Kegiatan peringatan HUT RI di selenggarakan di RT 03 Suku 03 Kampung Tridarma Wirajaya. pesertanya berasal dari kuli cabut singkong, karena dana untuk hadiahnya berasal dari iuran kuli yang dikumpulkan.

Tebok pisang di gantung dengan ketinggian tiga meter tetapi tidak sampai di permukaan tanah. . Diberi oli agar batang pisang licin. Hal ini agar waktu untuk mengambil hadiah yang digantung lebih lama. Di bawah batang pisang yang digantung digali dan diberi air untuk membuat lumpur. Sehingga bertambah licin.

Peserta Panjat Pohon Pisang Dalam Rangka HUT ke73 RI di RT. 03 (dokumen desa.id – foto : badar)

Kegitan ini berlangsung untuk memberikan semangat bagi pemuda dan pemudi yang berada di wilayah suku 03 dan 04. Walaupun sederhana tapi cukup meriah. Karena disamping panjat batang pisang juga bermandikan lumpur. Nilai kebersamaan dan jiwa empat lima yang diwariskan, walaupun hanya kuli cabut singkong.

(badar/tdw)

About Badar 416 Articles
Pegawai Kecamatan Banjar Agung

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan