Korban malam 17 agustus kampung tridarma wirajaya

Kepala Kampung, Perangkat Kampung, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat Berkumpul Untuk Berdo'a Bersama Di Malam Tanggal 17 Dalam Rangka Menyambut HUT RI Ke-73 (dokumen desa.id - foto : badar)

tiridarmawirajaya.desa.id | Tanggal 17 Agustus adalah tanggal istimewa bagi negara Indonesia dimana ketika hari itu tiba akan begitu ramai dan meriah karena akan begitu banyak kegiatan dan aktivitas yang dijalani pada hari tersebut, aktivitas tersebut seperti perlombaan atau pertandingan antar daerah kelurahan, kecamatan, kabupaten maupun kota. Hari kemerdekaan Indonesia juga ditandai dengan begitu banyaknya atribut-atribut Indonesia yang dapat terlihat di semua sisi jalanan baik itu dalam kota maupun perkampungan.

Di hari itu juga hampir seluruh warga Kampung Tridrma Wirajaya tidak melakukan aktivitas di ladang. Ada yang duduk berkelompok dengan bercerita tentang kemerdekaan, ada pula yang duduk dengan menonton TV. Semua menghormati bahwa tangal 17 Agustus adalah hari yang bersejerah.

Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Perangkat Kampung Dalam Acara Do’a Bersama (dokumen desa.id – foto : badar)

Sebagai bukti rasa cinta tanah air di Kampung Tridarma Wirajaya mengadakan do’a bersama bertempat di balai Kampung Tridarma Wirajaya. Hadir dalam acara Perangkat Kampung, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama. Merupakan malam yang teristimewa, sebab di samping do’a bersama nasi kuning dan ingkong (ayam yang di masak secara utuh tidak dipotong-potong) ini yang menjadi korban untuk dijadikan lauk dan pelengkap nasi kuning di malam tujuh belas.

“Acara ini kami selenggerakan bertujuan untuk mengenang kembali pahlawan-pahlawan bangsa yang telah berjuang demi membawa Negara Indonesia menuju kemerdekaan dan membuat kita akan selalu mengingat perjuangan mereka. Kita dapat menikmati hidup seperti sekarang ini berkat perjuangan beliau, maka kita akan selalu mengenangnya.”Sambut Kepala Kampung Tatang Hermansyah.

Tausiya yang Disampaikan Oleh Ky. Abdulloh Nawawi, Dalam Acara Do’a Bersama (dokumen desa.id – foto : badar)

Selain dari acara do’a bersama mendo’akan para pahlawan yang telah gugur memperjuangna negara. Banyak manfaat yang diperoleh dari peringatan HUT RI diantaranya Ketika menjelang hari kemerdekaan Indonesia hal tersebut akan menjadi keuntungan bagi para penjual dan pedagang yang menjual barang atau atribut yang berbau negara Indonesia, seperti bendera, baju, jaket, topi, dan lain-lain.

Semoga dengan bertambahnya usia negara kita ini yaitu negara Indonesia yang kita cintai pada tanggal 17 Agustus 2018 ini akan menjadi barokah, dan semoga Indonesia bersih dari kriminal, korupsi, dan berbagai hal yang dapat merugikan negara Indonesia dan semoga Indonesia akan selalu damai dan semakin bersatu antar sesama umat manusia seperti slogan Bhineka Tunggal Ika “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”. Marilah kita sebagai bangsa Indonesia turut serta dalam membangun perkembangan Indonesia dengan akhlak yang baik dan selalu menjadi rakyat yang adil dan beradab.

(badar/tdw)

About Badar 416 Articles
Pegawai Kecamatan Banjar Agung

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan