Pasar tradisional kampung tridarma wirajaya menjelang hari raya idul fitri

Pasar Tradisional Kampung Tridarma Wirajaya Mulai diserbu Pembeli Menjelang Hari Raya Idul Fitri. (dokumen desa.id - foto : badar).

tridarmawirajaya.desa.id | Minggu terakhir menjelang hari raya Idul Fitri, pasar tradisional Kampung Tridarma Wirajaya berbeda dengan hari pasaran sebelumnya. Warga mulai berjubel berbelanja untuk memenuhi kebutuhan menjelang lebaran. Dari belanja pakaian,kebutuhan konsumsi rumah tangga sampai dengan gerabah.

Dari barang yang diperdagangan di pasar tradisional Kampung Tridarma Wirajaya menjelang lebaran yang paling ramai diserbu oleh warga adalah pedagang pakaian. Beberapa pedagang kain cukup kewalahan dalam melayani pembeli. Ini mungkin sudah menjadi tradisi dari jaman nenek moyang untuk belanja pakaian menjelang lebaran.

“Saya membeli beberapa potong pakain untuk anak saya. Sebenarnyajauh-jauh hari sebelum mendekati lebaran saya sudah nyicil membei pakaian anak-anak. Tetapi karena sudah tradisi membeli pakaian lebaran, sepertinya ada yang kurang” Kata Salah satu warga yang tidak mau disebut namanya.

Pedagang gerabah Pasar Tradisional Kampung Tridarma Wirajaya Menjelang Lebaran.(dokumen desa.id-foto : badar)

Nomor urut dua yang cukup ramai adalah pedagang gerabah dan jajanan. Gerabah untuk tempat menyajikan jajanan pada waktu hari raya. Sedangkan jajanan sebagai kelengkapan jajanan atau kueh yang telah dibuat sendiri di rumah.Selain kebutuhan untuk lebaran pedagang lainya kena imbasnya,seperti pedagang sayuran dan ikan yang turut laris manis.

Pedagang Ikan Tawar Meramaikan Pasar Tradisional Kampung Tridama Wirajaya. (dokumen desa.id – foto : badar).

Disamping para pedagang dan pembeli untuk belanja, rupanya membawa berkah tersendiri buat tukang parkir sepeda motor. Karena ramainya warga untuk belanja maka atas kreataif anak-anak muda untuk diadakan tempat parkir. Yang tujuanya agar sepeda motor tertata rapih dan aman. Jasa parkir per unit motor sebesar dua ribu rupiah.

Keramaian pasar tradisional kampung tridarma wirajaya pada tahun ini memang tidak seramai tahun yang lalu. Hal ini dikarenakan nilai jual produksi pertanian tidak sesuai dengan nilai beli pasar. Sebagai andalan petani di kampung tridarma Wirajaya dan sekitarnya adalah kebun karet. Sedangkan harga getah karet hanya empat ribu rupiah per kilo gram. Maka membawa pengaruh cukup besar bagi perekonomian petani.

(badar/tdw)

About Badar 416 Articles
Pegawai Kecamatan Banjar Agung

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan