Ngabuburit di kampung tridarma wirajaya

Susana Ngabbuburit di Perempatan Kampung Tridarma Wirajaya. (dokumen desa.id - foto : badar).

< tridarmawirajaya.desa.id | Ngabuburit bukanlah istilah asing bagi kebanyakan orang. Terlebih lagi istilah Ngabuburit akan kerap kita dengar dan kenal lebih mendalam saat bulan puasa Ramadhan datang. Karena disaat itu, istilah Ngabuburit menjadi lebih identik, eksis dan mendapatkan tempat tersendiri di lingkungan sekitar kita. Baik itu kerabat keluarga yang mengucapkannya, sahabat atau teman, dan orang-orang yang kita kenal.

Jika dilihat dari istilah, kata Ngabuburit itu sendiri berasal dari Bahasa Sunda, Jawa Barat, yang berasal dari kata “burit” yang merepresentasikan waktu yang berarti sore, senja, atau menjelang Maghrib. Istilah Ngabuburit juga umum diucapkan banyak orang ketika menunggu waktu berbuka puasa, tepatnya setelah ba’da Ashar. Kebanyakan orang juga mengenal istilah Ngabuburit sebagai menunggu waktu berbuka puasa. Kata “menunggunya” itu yang lebih ditekankan dengan cara melakukan aktivitas / kegiatan tak rutin sambil menunggu Adzan Maghrib tiba untuk berbuka puasa.

Ngabuburit di Kampung Tridarma Wirajaya. (dokumen desa.id – foto : badar).

Kebanyakan orang yang tinggal di kota, biasanya menunggu waktu berbuka puasa dengan melakukan banyak kegiatan positif. Seperti jalan-jalan ke suatu tempat, taman, pantai bersama kerabat keluarga atau sahabat / teman, untuk sekedar menghabiskan waktu sambil menunggu Adzan Maghrib tiba. Lalu juga ada yang menghabiskan waktu dengan beritikaf di masjid. Kemudian juga ada yang berbelanja kebutuhan berbuka puasa.

Istilah ngabuburit biasa dilakukan bagi orang-orang yang tinggal di perkotaan. Tetapi dengan perkembangan jaman, ngabuburit sudah biasa dilakukan oleh orang-orang yang tinggal di pedesaan. Kebanyakan yang dilakukan dalam ngabuburit sekedar berjalan-jalan menaiki kendaraan roda dua bersama istri dan anak-anak,belanja, bahkan hanya sekedar duduk di depan alfamart.

Ngabuburit dengan Berbelanja di Alfamart Kampung Tridarma Wirajaya. (dokumen desa.id – foto : badar).

Memang sudah menjadi trend bagi bapak-bapak, ibu-ibu bahkan anak-anak Kampung Tridarma Wirajaya untuk mwelakukan ngabuburit. Hal ini menunjukan hal yang positif, bahwa dilihat dari segi ekonomi sudah mapan. Karena kebanyakan setelah melakukan keliling kampung mereka membeli jajanan untuk berbuka puasa.

Pandangan seperti itu hampir berjalan setiap tahun di bulan puasa. Mudah-mudahan dengan kegitan ngabburit akan membawa dampak positif terutama bagi anak-anak remaja di Kampung Tridarma Wirajaya. Walaupun kegiatan ngabuburit tidak ada hubungannya dengan puasa.

(badar/tdw).

About Badar 416 Articles
Pegawai Kecamatan Banjar Agung

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan