Keberadaan pasar tradisional kampung tridarma wirajaya

Pasar Tradisional Kampung Tridarma Wirajaya, Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang. (dokumen desa.id - foto : badar)

tridarmawirajaya.desa.id | Pasar tradisional adalah pasar yang pelaksanaannya bersifat tradisional tempat bertemunya penjual pembeli, terjadinya kesepakatan harga dan terjadinya transaksi setelah melalui proses tawar-menawar harga. Biasanya pasar tradisional umumnya menyediakan berbagai macam bahan pokok keperluan rumah tangga, dan pasar ini biasanya berlokasi di tempat yang terbuka.

Bangunan di pasar ini berbentuk toko dan kios. Toko semi permanen umumnya digunakan untuk berjualan aneka kue, pakaian, dan barang atau perabotan lainnya. Adapun los-nya yang digunakan untuk berjualan buah-buahan, sayuran, ikan, daging dan sebagainya. Penerangan di pasar tradisional secukupnya, dan tidak ber-AC. Kebersihan juga kadang kurang terjaga, seperti sampah banyak berserakan dan bertumpukan sehingga sering menimbulkan bau. Akibatnya jika turun hujan, akan becek dan kotor. Tapi semakin kesini kebersihan di pasar tradisional mulai di tingkatkan, bahkan sekarang ada pasar tradisional yang rapi dan bersih sehingga nyaman untuk dikunjungi.

Pasar Kampung Tridarma Wirajaya, Berupa Los dibangun Tahun 2015. (dokumen desa.id – foto : badar).

Keberadaan pasar desa atau pasar Kampung yang berada di Kampung Tridarma Wirajaya, Kecamatan Banjar Agung merupakan salah satu pasar yang dibangun oleh transmigrasi tahun 1982. Dengan berjalanya waktu paar tersebut sudah direhab beberapa kali. terakhir dibanguan sebanyak empat los terdiri dari 32 plong berasal dari PNPM tahun 2014-2015. Dan empat unit dari dana bantuan provinsi Lampung tahun 2016.

Dengan adanya pasar tradisional di Kampung Tridarma Wirajaya, menjadikan pusat perekonomian kampung Tridarama Wirajaya dan Kampung sekitar. Pasar tersebut di samping pusat perekonomian juga sebagai pendapatan asli kampung. Sebab pengelolaannya asli dari Kampung.

Bangunan Pasar Kampung Los ikan dibangun Tahun 2016.

Dengan adanya pasar Kampung masyarakat tidak mengalami kesulitan dalam menjual barang daganganya hasil dari pertanian. Seperti buah-buahan dan sayuran. Tetapi dikarenakan pasar ini adalah pasar tradisional, maka ramai penual dan pembeli jika ekonomi di kampung membaik. Masyarakat ketergantung dari harga etah karet, jika getah karet harganya bagus maka pasar akan ramai, tetapi sebaliknya, jika hail getah karet anjlok, maka pasar tersebut sepi akan pembeli. Hal ini dikarenakan penghasilan pokok warga adalah hasil kebun karet.

(badar/tdw)

About Badar 416 Articles
Pegawai Kecamatan Banjar Agung

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan