Petani jamur, potensi desa yang terabaikan

Suasana Di Dalam Kumbung Jamur Milik Bp. Purwanto Masih Belum Bersemi. (dokumen desa.id - foto : badar).

tridarmawirajaya.desa.id | Berbagai cara yang di tempuh oleh warga dalam berusaha untuk hidup lebih sejahtera. Dari mulai berdagang, bertani, beternak dan usaha lainya. Keanekaragaman usaha yang ada di Kampung Tidarma Wirajaya jaya, Kecamatan Banjar Agung, menjadikan Kampung Tridarma Wirajaya memiliki banyak pilihan usaha.
Seperti Bapak Purwanto, petani jamur yang beralamatkan di RT. 01 Suku 02, telah merintis sebagai petani jamur sejak tahun 2013. Jenis jamur yang dibudidayakan adalah jamur tiram putih. Dengan kombong seluas 7 M X 12 M.

“Usaha budidaya jamur tiram putih yang saya jalani sudah berjalan hampir lima tahun. Sebenarnya prospek bagus dan pemasaran jamur tiram tidak ada masalah, harga tetap stabil. Untuk pasar Unit 2 masih sangat kekurangan akan kebutuhan jamur. ini yang membuat saya bertahaan sampai sekarang. Sebenarnya pada awalnya banyak teman yang budidaya jamur, tetapi dengan berjalanya waktu teman-teman tidak dapat bertahan.” Penjelasan dari Bapak Purwanto.

Rumah Kumbung Jamur Milik Bapak Purwanto RT. 01 Suku 02. (dokumen desa.id – foto : badar).

Budidaya jamur tiram putih tidak ada masalah, dari bahan baku dan harga jual. Yang menjadi kendala bagi petani jamur diantaranya tidak adanya pembinaan atau pendampingan dari penyuluh. Modal yang terbatas. Sumber Daya Manusia lemah tentang budidaya jamur. Untuk Kampung Tridarma Wirajaya tinggal dua orang yang masih bertahan. Bahkan untuk Bapak Purwanto sudah dapat membuat benih sendiri, jadi kebutuhan benih sudah tidak membeli. Dari hasil pembuatan benih, selain untuk kebutuhan sendiri banyak teman di sekitar Tulang Bawang yang menggunakannya.

“Saya ingin uluran tangan dari pemerintah Kabupaten Tulang Bawang dalam budidaya jamur ini. Bukan berupa bantuan material, tetapi pelatihan-pelatihan atau study banding. Dengan pelatihan dan study banding akan mendapat pengetahuan dan ilmu baru. Sebab selama saya menjadi petani jamur belum pernah diajak atau diadakan pelatihan petani jamur.” Ungkap Purwanto. “Sebab saya salalu mengikuti perkembangan petani jamur di luar Lampung, sering sekali mengadakan pelatihan yang diadakan oleh pemerintah.” lanjutnya.

Yang disampikan oleh Bapak Purwanto itulah kenyataanya. Kebutuhan jamur tiram di Kampung Tridarma Wirajaya masih kurang. Hal ini dikarenakan minimnya petani yang berbudidaya jamur. Banyaknya warga yang beralih ke usaha lain. Tetapi dengan sumber daya manusia terutama penerapan teknologi yang dimiliki oleh petani dan pembinaan dari tenaga ahli, suatu saat nanti petani jamur Kampung Tridarma Wirajaya akan kembali bermunculan.

Bacloc Milik Bp. Purwanto Yang siap Disusun di Kumbung. (dokumen desa.id – foto : badar).

Diharapkan perhatian dari pemerintah kepada petani-petani jamur tiram putih khusunya yang berada di Kampung Tridarma Wirajaya dan Kabupaten Tulang Bawang pada umunya, karena jamur tiram banyak yang menyukai. Dengan bimbingan dan pendampingan petani jamur akan semakin makmur dan sejahtera. Mudah-mudahan dengan adanya perhatian dari pemerintah petani jamur yang sudah lama tidak berbudidaya akan bangkit kembali. Dengan demikian akan menciptakan tenaga kerja baru.

(badar/tdw)

About Badar 416 Articles
Pegawai Kecamatan Banjar Agung

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan