Yulianto petani kreatif mencoba budi daya bawang merah

Yulianto dengan Senyum Ramahnya Ditengah-tengah Tanaman Bawang Merah. (dokumen desa.id - foto : yuli)

tridarmawirajaya.desa.id | Potensi Kampung Tridarma Wirajaya dalam budi daya pertanian khusunya sayur-sayuran sangatlah mendukung. Hal ini terbukti dari beberapa yang tergabung dalam kelompok tani Karya Baru, selau berinovatif untuk mencoba hal baru. Seperti Yulianto salah satu petani dari Kampung Tridarma Wirajaya, Kecamatan Banjar Agung, mencoba untuk bercocok tanam bawang merah. Bercocok tanam bawang merah ia lakukan setelah dua kali bercocok tanam cabe merah kurang menghasilkan dibandingkan dengan tanaman cabe sebelumnya.

“Umur tanaman bawang merah ini sudah 25 hari. Pertama saya coba-coba saja, apakah tanah yang saya garap ini cocok ditanam bawang merah, ternyata bisa juga. Untuk mengawali menanam bawang merah saya siapkan bibit sebanyak 75 Kg, yang saya pesan langsung dari Brebes. Dengan modal bibit 75 Kg menjadi 2 Kwintal.”  Penjelasan Yuli.

Tanaman Bawang Merah Milik Yulianto Usia 25 Hari. (dokumen desa.id – foto : Yuli)

Bermodal bibit 2 Kwintal dapat saya tanam di areal 300 M Sekarang sudah berumur 25 hari. Perkembanganya cukup menjanjikan. Mengenai hama dan penyakit pasti ada tetapi sangat minim sekali. Saya selalu penasaran tentang pertanian, maka saya selalu mencoba untuk menanam jenis sayuran yang lain. Saya belajar melalui teman- teman, dengan media sosmed. Banyak juga teman yang langsung datang mengunjungi ladang saya.” Lanjutnya.

Nama Yulianto tidaklah asing di Kampung Tridarma Wirajaya. Keuletannya dalam budi daya sayuran cukup diacungi jempol. Usianya yang masih sangat muda memungkinkan untuk menjadi petani yang sukses. Hal ini dibuktikan dengan panen cabe dua tahun yang lalu. Dengan hasil panennya dapat dibuktikan melenglang peladangan dan pekarangan.

Tanaman Bawang Merah Milik Yulianto Merupakan Langkah Baru dalam Budi Daya Sayuran.(dokumen desa.id – foto : yuli )

Dari sosok Yulianto sebenarnya petani yang lainya harus sadar,bahwa  bertani bukan hanya ketergantungan dengan satu bidang saja. Seperti petani kebun karet, dimana harga karet anjlok, petani mengeluh. Padahal msih banyak peluang untuk berkreaatif dan berinovasi mencari pola lain dalam bertani. Tetapi hal ini tidak dilakukan oleh petani lain, karena takut dengan bayangan.

Dengan potensi tanah yang cukup mendukung, sebenarnya masih banyak petani holtikultura yang lain di Kampung Tridarma Wirajaya. Tetapi karena kurang telaten dan tekun, sehingga hasil panenya tidak memuaskan. Biasanya petani yang demikian ini dikarenakan masih memiliki lahan kebun karet. Artinya tidak total menjadi petani sayur-sayuran.***(bdr/tdw).

About Badar 416 Articles
Pegawai Kecamatan Banjar Agung

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan