Harapan petani kedelai kampung tridarma wirajaya

H Natim Sedang Memandang Tanaman Kedelai miliknya. (dokumen desa.id - foto : badar).

tridarmawirajaya.desa.id | Sasaran produksi kedelai tahun 2018 ditetapkan sebesar 3 juta ton dengan prognosa kebutuhan kedelai sebesar 2,6 juta ton. Swasembada kedelai awalnya ditarget tahun 2019, namun pemerintah berupaya keras agar swasembada bisa dimulai tahun 2018.

Untuk merealisasikan itu, maka pemerintah meminta agar seluruh jajaran Dinas Pertanian Tanaman Pangan Provinsi dan Kabupaten/Kota memaksimalkan lahan PATB kedelai, lahan bera, lahan pasang surut, lahan perhutani, dan lahan perkebunan tanaman belum menghasilkan (TBM), serta lahan eks tambang untuk ditanami kedelai.

Tanaman Kedelai milik H Natim Kelompok Tani karya Baru.(dokumen desa.id – foto : badar)

Dalam swasembada kedelai rupanya sudah dimulai oleh H Natim, salah satu anggota kelompok tani Karya Baru Kampung Tridarma Wirajaya, Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang. Diawali tahun 2017 H Natim sudah menanam kedelai seluas 0,25 ha. Dengan benih yang ditanam berasal dari bantuan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Tulang Bawang.

Sekarang H Natim sudah menanam kedelai seluas 0,75 ha dengan benih berasal dari hasil panen sendiri. Sudah berumur 40 hari dan sudah mulai berbunga. Tanaman kedelai cukup bagus tidak ada penyakit dan hama yang menyerang. Ini dimungkinkan karena petani yang menenam kedelai masih langka, sehingga belum ditemukan penyakit.

“Sebenarnya saya suka menanam kedelai, penyakit dan hama tidak ada. Waktu panen sangat singkat, hanya tiga bulan. Yang menjadi kendala hanya penjualanya. Hasil panen yang kemarin saja masih ada satu kwintalal benih siap jual. Sudah saya tawarkan, tetapi masih tidak ada yang mau membeli. Harapan saya kepada pemerintah untuk membantu agar panen saya laku terjual.” Kata H Natim.

H Natim di tengah-tengah Tanaman Kedelai. (dokumen desa.id – foto : Badar)

Sesuai dengan kebijakan pemerintah tentang kedelai, sebenarnya lahan pertanian di Kampung Tridarma Wirajaya cukup bagus untuk budi daya kedelai. Tetapi dari hasil panen tahun kemarin banyak petani yang megeluh, khusunya H Natim. Keluhan dari H Natim tentang pasca panen benih kedelai yang ia panen kurang diminati oleh pembeli. Terutama pembuat tahu alasanya kedelai lokal patinya kurang. Oleh sebab itu petani kedelai memohon kepada dinas tanaman pangan untuk mengawal tentang harga kedelai.***(bdr/tdw)

About Badar 416 Articles
Pegawai Kecamatan Banjar Agung

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan