Rumah zainudin disambar petir

Rumah Zainudin Warga Tridarma Wirajaya yang di Sambar Petir.(dokumen desa.id - foto : badar).

tidarmawirajaya.desa.id | Turunya hujan merupakan anugerah, tetapi hujan yang berkepanjangan juga membawa musibah. Di bulan-bulan ini, disamping hujan yang deras juga sambaran-sambaran petir yang sambung menyambung. Hujan di malam hari disertai petir membuat suasana mencekam, ditambah dengan mati lampu. ini terjadi hampir disetiap malam.

Hujan yang deras disertai petir tadi malam, sekitar pukul 19.30 WIB (sesudah Magrib) membawa cerita duka bagi Zainudin, karena rumah yang ia tempati disambar petir . Suara petir tersebut terjadi beberapa kali. “Rupanya sambaran petir yang kedua kalinya mengenai rumah saya. Awalnya saya tidak tahu. tetapi setelah suara petir yang keras menghilang, koq ada asap tebal di rumah saya. Kemudian ada serpihan kayu dan rontokan tembok.“Kata Sumiyem istri jainudin.

Tiang penyangga kuda-kuda yang tersambar petir. (dokumen desa.id – foto : badar)

Keesokan harinya kejadian tersebut menjadi heboh. Sehingga banyak tetangga dan kerabat untuk melihat langsung. Banyak tetangga yang heran atas kejadian tersebut. Tetapi bersyukur karena tuan rumah masih kelihatan  sehat dan tidak ada korban. “Saya khawatir saja dengan mas Jainudin, takut terjadi apa-apa seperti dua tahun yang lalu.” Ujar Lastrimo tetangga dekat Zainudin.

Kejadian dua tahun yang lalu itu terjadi di RT 02 Suku 04. Pada waktu itu hujan tidak terlalu lebat. Hujan gerimis desertai angin dan petir. Tepatnya sore hari menjelang adzan maghrib. Sugiyatno pada waktu itu masih ada di kebun karet yang jaraknya 100 meter dari tempat tinggal dia. Jelger….disetai dengan teriakan manusia. Tenyata Sugiyatno tersungkur di bawah pohon karet dengan keadaan dada gosong. Dan seketika itu pula nyawanya tidak dapat tertolong. Meninggal dunia dengan meninggalkan istri dan satu orang anak.

Bagian molo dan genteng yang berantakan akibat tersambar petir. (dokumen desa.id – foto: badar)

 “Diwaktu kejadian saya berkumpul di ruang tengah bersama suami, cucu dan tamu. tidak menyangka jika petir tadi mengenai rumah saya. Tepatnya di ander (penyangga kuda-kuda) dan molo (istilah jawa). Ander yang terkena petir hancur, molo rumah pecah dan genteng berantakan. Syukur tidak ada korban jiwa.” Lanjunya.

Disamping petir tadi malam yang mengenai rumah Zainudin, ada dua rumah tetangga (depan) rumah, yaitu Samsul dan Mulyono yang keduanya resiver TV mati terbakar. Tetangga agak jauh ,Ponimin listrik semalam mati, tetapi peralatan elektronik tidak mengalami kerusakan.

Serpihan kayu dan tembok yang terkena Petir. (dokumen desa.id – Foto : badar).

Hujan yang disertai petir untuk komplek pemukiman dan peladangan sebelah utara Kampung Tridarma khususnya RT. 03 suku 03 dan RT. 02 suku 04 rawan terhadap petir. Hampir setiap tahun dapat dipastikan ada kejadian yang terambar petir terutama peralatan elektronik, seperti resiver TV. Kejadian dua tahun yang lalu warga RT. 02 Suku 04 Sugiatno mati tersambar petir didekat rumahnya.

Dengan kejadian tersebut warga menjadi trauma, jika hujan turun disertai dengan kilatan petir. oleh karena itu untuk tidak keluar meninggalkan rumah saat hujan turun. “Dari beberapa kejadian ini saya minta kepada warga untuk tinggal di rumah bersama keluarga jika terjadi hujan dan petir.” Sambut Ketua RK Suker.***(bdr/tdw)

Facebook Comments
About Badar 390 Articles
Juru Tulis Kampung Tridarma Wirajaya

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan