Sosialisasi BPJS kampung tridarma wirajaya

Sosialisasi BPJS di Kamapung Tridarma Wirajaya di Sambut Gembira Oleh Warga. (Dokumen desa.id - foto : haryanto)

tridarmawirajaya.desa.id | Sosialisasi BPJS  di Kampung Tridarma Wirajaya dilaksanakan pada hari Rabu, 28/02/2018, di Balai Kampung Tridarma Wirajaya. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan tentang pentingnya   BPJS bagi warga  yang akhirnya warga memiliki kartu BPJS.  Hadir dalam acara tersebut Semua perangkat Kampung, PKK dan tokoh Masyarakat Kampung Tridarma Wirajaya.

Dalam sambutanya Kepala Kampung Tridarma Wirajaya, Tatang Hermansyah menyampaikan terimaksih atas kehadiran petugas BPJS untuk memberikan penjelasan tentang pentingnya BPJS bagi warga. Warga Kampung Tridarma Wirajaya sudah tidak asing tentang BPJS hal ini sudah beberapa warga yang memiliki  BPJS dan sudah membuktikan sendiri berobat memalui BPJS. Target kami ditahun 2019 semua warga Tridarma Wirajaya sudah menjadi anggota BPJS.

Kepala Kampung Tridarma Wirajaya Tatang Hermansyah sedang Memberikan Sambutan dalam Sosialisasi BPJS. (dokumen desa.id – foto : Haryanto)

BPJS Kesehatan (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan) adalah Badan Usaha Milik Negara yang ditugaskan khusus oleh pemerintah untuk menyelenggarakan jaminan pemeliharaan kesehatan bagi seluruh rakyat Indonesia, terutama untuk Pegawai Negeri Sipil, Penerima Pensiun PNS dan TNI/POLRI, Veteran, Perintis Kemerdekaan beserta keluarganya dan Badan Usaha lainnya ataupun rakyat biasa.

BPJS Kesehatan bersama BPJS Ketenagakerjaan (dahulu bernama Jamsostek) merupakan program pemerintah dalam kesatuan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang diresmikan pada tanggal 31 Desember 2013. Untuk BPJS Kesehatan mulai beroperasi sejak tanggal 1 Januari 2014, sedangkan BPJS Ketenagakerjaan mulai beroperasi sejak 1 Juli 2014.

Bapak Kusnandar Memperhatikan dengan Khidmat atas Penjelasan dari petugas BPJS. (dokumen desa.id – foto : haryanto)

Paling lambat 1 Januari 2019, seluruh penduduk Indonesia memiliki jaminan kesehatan nasional untuk memperoleh manfaat pemeliharaan kesehatan dan perlindungan dalam memenuhi kebutuhan dasar kesehatannya yang diselenggarakan oleh BPJS Kesehatan yang handal, unggul dan terpercaya.

Peserta BPJS Kesehatan terbagi menjadi 2 kelompok. Pertama, Peserta PBI  (Penerima Bantuan Iuran) jaminan kesehatan adalah peserta Jaminan Kesehatan untuk fakir miskin dan orang tidak mampu yang iurannya dibayarkan oleh pemerintah sebagai peserta program Jaminan Kesehatan. yang ditetapkan oleh pemerintah dan diatur melalui peraturan pemerintah. Yang berhak menjadi peserta PBI Jaminan Kesehatan lainnya adalah yang  mengalami cacat total tetap dan tidak mampu. Kedua, bukan PBI (Penerima Bantuan Iuran)  jaminan kesehatan terdiri dari, Pekerja penerima upah dan anggota keluarganya, Pekerja bukan penerima upah dan anggota keluarganya, Bukan pekerja dan anggota keluarganya.

Peserta Dari Aparatur Kampung dan Beberapa Warga Dalam Sosialisasi BPJS. (dokumen desa.id – foto : Haryanto)

BPJS Kesehatan hanya dapat menanggung paling banyak 5 (lima) anggota keluarga dan apabila Peserta yang memiliki anggota keluarga lebih dari 5 (lima) orang termasuk peserta, dapat mengikutsertakan anggota keluarga yang lain dengan membayar iuran tambahan.

Dampak yang terjadi jika anda tidak menjadi peserta BPJS adalah Ketika sakit dan harus berobat atau dirawat maka semua biaya yang timbul harus dibayar sendiri dan kemungkinan bisa sangat mahal diluar kemampuan anda.***(bdr/tdw)

Facebook Comments
About Badar 405 Articles
Juru Tulis Kampung Tridarma Wirajaya

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan