Rapat koordinasi BP3K dan gapoktan kecamatan banjar agung

Surame, SP Kepala Balai Kecamatan Banjar Agung Sedang Memimpin Rapat.(Dokumen desa.id - foto : badar)

tridarmawirajaya.desa.id | Dalam Rencana Strategis Kementerian Pertanian 2015-2019 disebutkan salah satu kebijakan Kementerian Pertanian adalah peningkatan swasembada beras dan peningkatan produksi jagung, kedelai, gula, daging, cabai dan bawang merah (Kementerian Pertanian, 2015). Berkaitan dengan hal tersebut, Kementerian Pertanian telah mencanangkan Upaya Khusus (Upsus) Peningkatan Produksi Padi, Jagung dan Kedelai (Pajale) melalui Perbaikan Jaringan Irigasi dan Sarana pendukungnya yang dimulai pada tahun 2015 (Direktorat Jenderal Sarana dan Prasarana, 2015). Swasembada Pangan dapat diartikan upaya untuk memproduksi pangan sendiri sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian,konsep swasembada pangan mempunyai dua sisi/komponen utama yaitu kebutuhan atau konsumsi pangan dan produksi pangan. Berkaitan dengan target swasembada yang dicanangkan oleh pemerintah melalui Upsus tersebut.

Peserta Musyawarah Dalam Perencanaan Masa Tanam 2018. (dokumen desa.id – foto : badar)

Sebagai implementasi dari kebijakan pemerintah tersebut BP3K Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang dan Gapoktan Se-Kecamatan Banjar Agung telah menggelar Rapat Koordinasi, Kamis, 22/02/2018, Rapat bertempat di Aula BP3K Banjar Agung yang dihadiri oleh PPL, Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dari sebelas Kampung.Dalam Rapat dibahas pemetaan kebutuhan tanam dan Rencana luas tanam Tahun 2018.

Dalam rapat disampikan oleh Surame, SP, selaku Kepala Balai bahwa yang Kecamatan Banjar Agung merupakan Kecamatan yang luas lahannya menempati urutan kedua dari tiga Kecamatan, yaitu  1.835 Ha. Kecamatan Banjar margo 1.642 Ha, sedangakan Kecamatan yang paling luas adalah Kecamatan Banjar Baru 2.581 Ha. Dari luas 1.835 Ha Kecamatan Banjar Agung dibagi menjadi 4 (empat) bagian. Padi sawah 10 Ha, padi gogo 925, jagung 450 Ha,dan kacang kedelai 450 Ha. Lahan yang ditergetkan seluas 1.835 Ha ini dipersilahkan untuk sebelas gapoktan cara membagi di wilayah kerja masing-masing, sehingga terpenuhi target tanam seluas 1.835 Ha untuk masa tanam tahun 2018.

Luas Tanam Kecamatnan Banjar Agung Tahun 2018 adalah 1.835 Ha. (Dokumen desa.id – foto : Badar)

Dengan luas tanam yang telah menjadi target di tahun 2018, Gapoktan dari sebelas kampung mengharapkan kepada pemerintah harus dapat mengimbangi harga panen dari petani.Gapoktan sudah berusaha untuk mencari harga jual hasil petani, ternyata belum juga bisa. Hal ini dikarenakan pemerintah belum dapat menekan harga jual hasil petani yang standar. Sebagai contoh hasil petani jagung dalam bulan januari dan februari, jagung basah Rp 1.800,-/Kg (seribu delapan ratus rupiah) sedangkan yang kering Rp 2.300,(dua ribu tiga ratus ribu rupiah)-/Kg.

Surame. SP sedang Memberikan Materi pada Rapat Koordinasi. (dokumen desa.id – foto : badar)

Disampikan pula oleh gapoktan yang hadir dalam rapat. Sangat berat bagi pengurus gapoktan dan poktan untuk menyampaikan kepada petani supaya bertani dari empat bidang yang disampikan pemerintah. Hal ini dikarenakan peristiwa harga jagung yang tidak sesuai dengan modal yang dikeluarkan. Bahkan cenderung untuk bercocok tanam singkong. Tetapi mudah-mudahan pemerintah harus tahu dan dapat meningkatkan harga hasil petani.*** (bdr/tdw)

Facebook Comments
About Badar 374 Articles
Juru Tulis Kampung Tridarma Wirajaya

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan