Salah Satu Relawan TIK Kabupaten Tulang Bawang Melepas Masa Lajangnya

Akad Nikah/Ijab Kobul Dana Putra Yuda Minggu 18/02/2018. (dokumen desa.id - foto : badar)

tridarmawirajaya.desa.id | Salah satu relawan Teknologi Informasi dan Komonikasi (TIK) Kabupaten Tulang Bawang, Dana Putra Yuda melepaskan masa lajangnya   Minggu, 18/02/2018.Bertempat di Rumah Bapak Ribwansyah beralamatkan di suku 01 Kampung Dwi WargaTunggal Jaya. Kecamatan Banjar Agung. Penantian yang panjang akhirnya sampai kepelaminan dengan mempersunting seorang gadis Shely Novilta putri pertama Bapak Ribwansyah. Disaksikan oleh saudara dan handaitolan dan diawali dengan ucapan kedua syahadat, maka dinyatakan syah. Dengan demikian   berakirlah masa lajang Dana Putra Yuda.

Resepsi pernikahan ini berjalan   lancar tidak ada halangan suatu apapun. Rasa sakral menyelimuti para hadirin dan benar-benar membawa makna tersendiri. Ini membuktikan bahwa  Pernikahan itu sesungguhnya indah dan suci. Maka   perlu mempersiapkan diri untuk benar-benar mengambil komitmen untuk tetap berjuang dalam kondisi apapun di perjalanan pernikahan.   Sehingga pernikahan selalu dilingkupi sukacita senantiasa dan menjadi berkat bagi banyak orang.

Dana Putra Yuda dan Shely Novilta Menunggu Prosesi Akad Nikah. (Dokumen desa.id – foto : badar)

Akad nikah berlansung pukul 09.15 WIB yang sebelumnya dilakukan penyerahan calon pengantin putra. “Maka pada hari ini saya serahkan calon pengantin putra  kepada Bapak Ribwansyah selaku orang tua dari pihak perempuan untuk mewalikan dan menikahkan Dana Putra Yuda dengan Putri Bapak Ribwansyah Shely Novilta.” sambutan oleh Ustadz Ahmad Irfani dari pihak laki-laki. Kemudian dilanjutkan penerimaan dari calon pihak pengantin putri. “Saya terima penyerahan dari calon penganten putra. Maka dengan ini akan saya laksanakan untuk menikahkan anak saya Shely Novilta dengan Dana Putra Yuda.

Keluarga Besar Kedua Mempelai Ikut Menyaksikan Prosesi Akad Nikah (dokumen desa.id – foto : badar)

Menjelang detik-detik terakhir akad nikah disampaikan pula khotbah nikah oleh Ustad Ahmad karom. Manusia sebagai makhluk sosial tidak mungkin dapat hidup sendiri. Ia pasti membutuhkan orang lain untuk berkomunikasi, melaksanakan tugas dan memenuhi segala kebutuhanya. Selain itu manusia juga dikaruniai nafsu berupa kecenderungan tabiat kepada sesuatu yang dirasa cocok. Kecenderungan ini merupakan satu bentuk ciptaan yang ada pada diri manusia, sebagai urgensi kelangsungan hidupnya. Seperti makan, minum dan menikah.

Lebih spesifik, Islam adalah agama kehidupan yang menghargai insting biologis (seks)  yang merupakan bagian penting dari kehidupan ini. Sudah menjadi sunatullah, bahwa Islam mampu menangani semua itu secara seimbang, menarik dan obyektif, selama manusia masih menganggap perkawinan merupakan elemen penting dalam kehidupan ini.

Do’a Bersama Setelah Selesai Akad Nikah (Dokumen desa.id – foto : badar)

Dilanjutkan dengan ijab kobul/akad nikah yang dilasksanakan langsung oleh orang tua perempuan, Bapak Ribwansyah. “Hai Dana Putra Yuda, Saya nikahkan engkau dengan  putri saya Shely Novilta  dengan mas kawin berupa emas 18 (delapan belas gram) dan uang Rp 180.000,- (seratus delapan puluh ribu rupiah) dibayar tunai.” Langsung disambut oleh Dana Putra Yuda, “Saya terima nikahnya Shely Novilta, dengan mas kawin emas 18 gram dan uang seratus delapan puluh ribu rupiah tunai.”  Kemudian diiyakan sah oleh kedua saksi. Maka sahlah akad nikah tersebut.

Sungkeman Yang dilakukan Oleh Kedua Mempelai Setelah Selesai Akad Nikah. (Dokumen desa.id – foto : badar)

Dengan disahkan oleh kedua saksi suasana diruangan  berubah menjadi   rasa haru.  Bahkan air mata yang keluaar dari para hadirin yang ikut merasakan kebahagiaan dari pernikahan kedua mempelai. Yang selalu diiringi dengan do’a dan harapan mudah-mudahan kedua mempelai dijadikan pengantin yang   sakinah, mawaddah dan warohmah, dengan  ucapan selamat menempuh hidup baru.***(bdr/tdw)   

 

 

 

Facebook Comments
About Badar 408 Articles
Juru Tulis Kampung Tridarma Wirajaya

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan