Petani jagung di kampung tridarma wirajaya menjerit

Bapak Teguh dari Balai Sertifikasi Benih Provinsi Lampung Di Kebun jagung Bapak Badar (Dokumen desa.id - Fhoto : Badar).

tidarmawirajaya.desa.id | Senin, 05/02/2018. Bulan Februari adalah bulan dimulainya petani panen jagung. Ada beberapa petani yang memulai panen jagung yang bibitnya berasal dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Tulang Bawang jenis P 35. Jagung yang dipanen hasil penanamannya di bulan September 2017. Dengan wajah yang ceria bahwa yang dinantikanya  selama beberapa bulan sudah terwujud, yaitu panen jagung.

Bapak Teguh dari Balai Sertifikasi Beni Provinsi Lampung dengan Bapak Erman PPL Kecamatan Banjar Agung di Kebun Jagung Milik Badar. (dokumen desa.id – Foto : Badar)

Petani jagung di Kampung Tridarma Wirajaya adalah petani yang tergabung dalam kelompok tani Karya Baru, walaupun ada beberapa petani jagung yang bukan berasal dari kelompok tani. Semangat bertani jagung dikarenakan menjadi petani kebun (karet) hasilnya sudah tidak dapat mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Selain alasan tersebut pohon karet sudah tidak menghasilkan getah yang maksimal  karena pohon sudah rusak dan tua. Selain dari alasan tersebut petani ingin mengikuti program pemerinah untuk swasembada jagung dan kedelai agar kebutuhan jagung dan kedelai dapat terpenuhi oleh petani-petani dalam negeri.

Hasil Panen Jagung Milik Joko Sarutomo.(Dokumen desa.id – Foto : Badar)

Ironisnya dikala petani mulai mengikuti anjuran pemerintah, yaitu bertani palawija berupa jagung, harga jagung semakin anjlok. Harga jagung Rontok Rp 1.700,-/Kg, untuk kering Rp 2.300/Kg. Ini tidak sesuai dengan harga pupuk dan modal tani lainya. Akan dibawa kemana petani-petani kita. Dimana letak kebijakan pemerintah untuk mensejahterkan petani. Jawaban ini yang ditunggu oleh para petani.

Hasil Panen Jagung Kedua Milik Badar. (Dokumen desa.id – Foto : Badar).

Pada awalnya menjadi petani jagung cukup menjanjikan. Dimana harga jagung rontok Rp 2.500/Kg dan jagung kering Rp 3.500/Kg, sehingga para petani bersemangat untuk menanam jagung kembali, tetapi pada panen yang kedua ini petani hanya cukup pasrah. Karena harga jagung lebih murah dibanding dengan modal. Harapan para petani harga jagung dengan harga panen yang pertama sudah cukup. Sudah senang karena sesuai dengan harga kebutuhan pokok.

(bdr/tdw)

Facebook Comments
About Badar 401 Articles
Juru Tulis Kampung Tridarma Wirajaya

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan