Balai Pengawasan dan Sertivikasi Benih (BPSB)Provinsi Lampung Kunjungi Tanaman Kedelai dan Jagung

Dinas Pengawasan Benih Bapak Teguh Di Tengah-Tengah Kebun Kedelai.

tridarmawirajaya.desa.id | Tridarma Wirajaya, 19/01/2018. Kehadiran  Petuga Balai Pengawasan dan Sertifiksi Benih (BPSB)  dari Dinas Pertanian Lampung, Bapak Teguh di Lahan Pertanian milik H. Natim, Kelompok Tani Karya Baru merupakan penyemangat baru bagi petani yang tergabung dalam kelompok tani.Tujuan datang ke kelompok tani karya baru ingin membuktikan langsung apakah benar bibit kedelai dan jagung yang diberikan kepada petani benar-benar ditaman atau tidak.  Selain pengawasan tentang benih juga pengawasan tanaman yang ada di petani. Kamis, 18/01/2018

Dengan Wajah Yang Ceria Bapak Teguh Berada di Kebnun Kedelai Milih Bapak H. Natim. (dokumen desa.id – foto : Badar)

Disampaikan Kedelai merupakan salah satu komoditas pangan yang strategis di Indonesia. Dengan kedudukan kedelai sebagai komoditas palawija yang kaya akan kandungan protein nabati yang dalam pemanfaatannya memiliki kegunaan yang beragam, terutama sebagai bahan baku industri makanan (tempe, tahu, tauco dan susu kedelai) dan bahan baku industri pakan ternak. Berdasar kondisi tersebut, kebutuhan kedelai terus meningkat dari tahun ke tahun namun produksi kedelai domestik tidak dapat mengimbanginya, sehingga untuk mencukupinya harus impor.

Produksi kedelai dalam negeri terus menurun secara tajam sejalan dengan penurunan areal tanam. Menurunnya areal tanam kedelai sebagai akibat rendahnya partisipasi petani dalam menanam kedelai, karena budidaya kedelai yang diusahakan tidak memberi keuntungan yang layak kepada petani. Hal tersebut, karena terbatasnya ketersediaan teknologi dan rendahnya adopsi teknologi di tingkat petani serta rendahnya tingkat harga yang diterima, sehingga menurunnya nilai tukar petani. Program kebijakan insentif dengan kegiatan penguatan kelembagaan dan pembiayaan yang dilaksanakan melalui penggalangan partisipasi petani dalam wadah kelompok tani yang disertai pembinaan melalui sekolah lapang merupakan strategi untuk meningkatkan produksi serta mengurangi impor kedelai dan menuju swasembada kedelai.

Kedelai Milik H Natim Daunnya Sudah Mulai Menguning. (dokumen desa.id – foto : Badar)
Kebun Kedelai Milik H. Natim Seluas 0,25 Ha Hampir Panen. (dokumen desa.id – foto : Badar).

Penerapan teknologi budidaya perlu didukung dengan memperkuat kebijakan pemerintah dalam agribisnis kedelai, seperti penyediaan benih unggul bermutu dan pupuk bersubsidi, pengendalian OPT (Organisme Pengganggu Tanaman), manajemen pasca panen, penetapan harga dasar, kegiatan penyuluhan melalui kelompok tani serta kemudahan teknologi dan rangsangan insentif lainnya bagi petani. Dengan kondisi, tersebut dapat memperkuat.

Bapak Teguh di Dampingi Oleh Pak Erman (PPL) dan Pak Mulyono Berada adi Kebun Kedelai Milik H Natim. (dokumen desa.id – foto : Badar).

Dengan hasil panen sekarang diutamakan untuk dibuat bibit. Bibit yang disediakan oleh pemerintah masih kurang. dikarenakan untuk tahun 2018 permintaan petani dengan ketersidaan bibit tidakseimbang. Oleh karena itu maka petani harus iktu menyiapkan benih. Caranya pilih bulir kedelai yang besar, kemudian dibawa ke laboratorium untuk mendapatkan keabsahan dan sertifikat benih.

Benih P35 Banteng merupakan benih jagung hibrida varietas terbaru dari PT. DuPont Pioneer. Banyak dikalangan petani jagung belum mengetahui varietas ini. Dengan logo banteng, varietas ini menggambarkan benih yang tangguh, kuat, dan berani terhadap penyakit bulai. P35 Banteng memiliki slogan yaitu “Tangguh Bentengi Bulai”. Disaat bulai melanda, varietas P35 ini tetap tangguh terhadap bulai dibanding dengan varietas jagung lainnya.

Sempat Mapir di Kebun Jagung Milik Bapak Badar dengan Bibit P 35. (dokumen desa.id – foto : Badar)
Buah Jagung Dengan Bibit P 35 Milik H Natim.(dokumen desa.id – foto : Badar).

(bdr/bdr)

Facebook Comments
About Badar 374 Articles
Juru Tulis Kampung Tridarma Wirajaya

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan