Kehadiran SiDeKa dan Website Desa Membuat Tertegun Kepala Kampung Se-Kecamatan Banjar Margo

Camat Banjar Baru (kanan) dan Dana Putra Yuda (kiri) Dalam Rakor Penyusunan RAPBK Tahun Anggaran 2018. (dokumen desa.id - foto : Badar).

tridarmawirajaya.desa.id | Tridarma Wirajaya, 10/01/2018. Rapat Koordinasi tentang persiapan penyyusuna RAPBKam Kecamatan Banjar Margo berlansung Senin, 08/01/208 di Balai Kampung Mekar Jaya, Kecamatan Banjar Margo, Kabupaten Tulang Bawang. Hadir dalam Rapat tersebut Camat Banjar Margo, Kasi Pemerintahan Kecamatan , Kepala Kampung, Juru Tulis Kampung dan Operator se-Kecamatan Banjar Margo.

Semampunya RAPBKam ini diselesaikan pada hari ini sehingga nanti pada tanggal 15/01/2018 kita tinggal menyesuaikan dengan penjelasan dari DPMPK.” Sambut Camat Banjar Agung. Selanjutnya Camat Banjar Margo mengutip sedikit tentang perlunya SiDeKa.  Hadirnya Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang  Desa, telah menjadi harapan baru bagi upaya pembaruan desa  yang selama ini diharapkan. Berbagai pihak termasuk pemerintah  desa bergerak menyongsong dan bahkan menjalankan amanat undang-undang itu dengan berbagai pilihan prioritas dan inovasi berdasarkan ruang dan kesempatan. Salah satunya adalah pengembangan gagasan Sistem Informasi Desa dan Kawasan (SIDeKa) yang sesuai dengan pelaksanaan UU Desa (Pasal 86 UU Desa 2014) dan sesuai dengan kebutuhan demokrasi desa (pemdes dan komunitas). Sistem Informasi Desa dan Kawasan (SIDeKa) tidak bisa dilihat sebagai langkah teknis dan administratif.

Akses informasi harus diletakkan dalam kerangka yang lebih luas : satu pintu  yang membuka banyak kemungkinan bagi desa untuk ambil bagian dalam mengurus urusan rumah tangganya, dan pada saat yang bersamaan menjadi langkah  kontribusi desa dalam ikut menjadi bagian dari penyelesaian masalah-masalah bangsa. Kehadiran SIDeKa sendiri tidak bermaksud untuk melakukan penyeragaman semua sistem informasi yang ada di pedoman umum penyelenggaraan sideka desa. SIDeKa hadir untuk berkontribusi dalam proses integrasi  dan sinergi sistem pendataan di desa.

Dana Putra Yuda Sedang memberi Penjelasan Materi SiDeKa Kepada Kepala Kampung dan Operator Kampung. (dokumen desa.id – foto : Badar).

Selanjutnya Acara dilanjutkan oleh Dana Putra Yuda. SiDeKa ini pertama kali dibuat gagasannya bermula dari  ketidakvalidan data yang dimiliki negara. Negara membuat tim, menyeleksinya, menggaji, lalu turun ke bawah untuk mengumpulkan datanya, diinput lagi ke kementrian. Proses menggali data sebelumnya seperti itu. Nah di sideka ini metodenya dibalik. Kalau sebelumnya metode pengumpulan data itu dari atas ke bawah, sekarang diubah menjadi dari bawah ke atas. Yang paling mengerti desa adalah desa itu sendiri, perangkat desa dan masyarakatnya. Jika teman-teman operator di sekolah pernah familiar dengan dapodik, datanya pasti valid karena yang menginput adalah sekolah dan akan beda ceritanya jika yang menginput Disdik. Dengan SiDeKa ini diharapkan desa bisa menjadi bagian dari solusi permasalahan bangsa baik secara vertikal maupun horizontal. Vertikal kebawah artinya desa mengurai masalah yang ada di masyarakat. Masyarakat  seluruh tentang kegiatan desa dan mendapatkan pelayanan surat menyurat dalam waktu yang sangat singkat.  Dan vertikal ke atas desa menjadi solusi bagi supra desa seperti Kecamatan, Kabupaten, Provinsi, bahkan negara. Solusi horizontal artinya desa menjadi solusi bagi desa lainnya di Indonesia dalam kerangka kesatuan.

SiDeKa sendiri mulai dikembangkan satu bulan setelah BP2DK berdiri, yaitu pada Desember 2014. Menariknya, SiDeKa dikembangkan secara gotong royong, persis sesuai dengan budaya yang hidup di perdesaan. Pengembangan ini melibatkan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi dan pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Kepala Kampung, Juru Tulis Kampung dan Operator Kampung Sedang Mengikuti Materi Sideka. (dokumen desa.id – foto : Badar).

Saya Sangat setuju dengan SiDeKa ini dan saya akan menggunakan sistem ini di desa saya.” Sambut Bapak Firman Kepala Kampung Agung Dalem. Selanjutnya untuk keperluan Sistem Informasi Desa ini saya  anggarkan di bidang 4, yaitu Bidang Pemberdayaan Mastyarakat dan BidangPembangunan untuk membangun Tower wifi. Dengan harapan saya dengan sistem ini desa akan mempunyai data yang valid, sehingganya pelayanan terhadap masyarakat dapat dilayani dengan cepat dan tepat.

 

 

(bdr/bdr)

About Badar 416 Articles
Pegawai Kecamatan Banjar Agung

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan