Evaluasi Pembelajaran SiDeKa dan Website Desa Kecamatan Banjar Agung

Mas Dana Putra Yuda RTIK Tulang Bawang Sedang Memberikan Arahan kepada Operator Kampung.

tridarmawirajaya.desa.id | Tridarma Wirajaya, 05/01/2018. Pelatihan lanjutan Sistem Informasi Desa dan Kawasan serta Website desa bagi Kampung-kampung di wilayah Kecamatan Banjar Agung  berlangsung di Balai Kampung Banjar Agung Kecamatan Banjar Agung Kabupaten Tulang Bawang  Kamis, 04/01/2018. Hadir dalam pelatihan tersebut 10 kampung yang seharusnya diikuti 11 kampung. Yang tidak hadir 1 Kampung, yaitu Kampung Warga Makmur Jaya admin Chamim.

Dalam pelatihan ini difokuskan kepada evaluasi hasil latihan-latihan yang lalu dan hasil yang telah dikerjakan baik Sideka Desktop maupun Website desa. Tetapi yang paling ditekankan adalah penggunaan Sidekanya yang sekarang sudah menggunakan versi 2.2.10. “Harus berimbang antara Sideka serta pemberitaan desa, karena Sideka merupakan kedaulatan kampung dan jati diri kampung untuk menginput kependudukan,  dan keuangan.” Sambut Jaini sebagai Ketua Forum SiDeKa Banjar Agung.

Jaini Kaos Merah Ketua Forum Sedang memberikan Sambutan dalam Latihan Website. (dokumen desa.is – foto : Suroto).

Disampaikan juga oleh Badar sebagai penasehat forum bahwa  Website Desa atau Medianya Pemerintahan Desa atau yang sering diungkapkan Oleh Dirut Badan Prakarsa Pemberdayaan  Desa dan Kawasan (BP2DK) Irman Meilandi  sebagai Kantor Desanya  Pemerintahan seluruh Pemerintahan Desa di Indonesia adalah sebuah Wujud Keinginan Pemdes seluruh Indonesia. Ketika BP2DK  melihat, menimbang dan memperjuangkan  keberadaan Website Desa itu mesti ada dan terlegalkan. Website Desa perlu hadir guna menjawab tantangan zaman  akan kehadiran Media Resmi Pemerintahan Desa di seluruh Nusantara.

“Yang harus menceritakan Keberadaan nafas Pemerintahan Desa dan Kawasannya adalah orang-orang Desa sendiri, bukan rekayasa hasil dari pada bertanya kepada sumber-sumber yang mungkin akan menyeret kepada informasi yang salah tentang Desa!” Hal tersebut pernah dikatakan oleh Sdr. Ipan Zulfikri Helpdesk BP2DK pada saya sewaktu berkunjung ke Desa Broadband Terpadu (DBT) di Kecamatan Rawa Pitu dan Penawar Aji.

Peserta operator sedang latihan Website desa. (dokumen desa.id – foto : Badar).

Perjuangan para Penggiat Desa dan Kawasan itu telah terwujud sekarang. Dengan mengobarkan semangat, informasi harus  transparan dan bisa diakses oleh seluruh masyarakat yang membutuhkan sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang No. 14 tahun 2008, tentang Keterbukaan Informasi Publik.  Informasi yang dipublikasikan adalah tentang kegiatan Pemerintahan Desa dan Kawasan  terkait Program Dana Desa. Dana untuk membangun desa dengan Dana ter-progres didalam Era Kepemimpinan Presiden Joko Widodo dengan Nominal  Dana yang mumpuni   1 hingga 2 Milyar pertahun bagi seluruh Pemerintahan Desa di Indonesia dari sabang sampai Merauke tersebut sangatlah tepat diwujudkan dan di legalkan.

Itulah   semangatnya para Penggiat Desa dan Kawasan yang kini telah membawa sebuah aplikasi yang dinamakan SIDeka (Sistem Informasi Desa dan Kawasan) yang didalam tersedia Informasi Kependudukan, pengadministrasian keuangan desa dan informasi berita-berita desa yang dihadirkan “apa adanya” oleh orang-orang desa  itu sendiri.

Kehadiran website desa dengan keberagaman Informasi Desa melalui aplikasi SiDeKa tersebut telah menjadikan sebuah “Angin Segar” bagi Kemajuan Teknologi dan Tatakelola Informasi yang baik dan benar menurut aturan “Menghadirkan”  Informasi  bagi Rakyat di Negara Republik  Indonesia.

Sekarang telah terwujud sudah, bahwa kehadiran website desa itu telah menjawab tantangan zaman dalam  menghadirkan media komunikasi yang murah dan terintegritas baik sesuai dengan UU Desa dan UU KIP.

Mas Soroto sedang mengawasi Operator baru dari Warga Indah. (dokumen desa.id – foto : Badar).

 

Sayangnya masih belum banyak yang menggunakan aplikasi tersebut bahkan tidak mengerti apa website tersebut. Kita sadari ataupun tidak, bahwa diam-diam berawal dari pergerakan rekan-rekan Kampung di Kecamatan Banjar Agung menjadikan penyemangat bagi desa lain di Kabupaten Tulang Bawang bahkan diseluruh Indonesia. Oleh karenanya manfaatkan kesempatan yang ada walupun kita belajar alakadarnya. Kita belajar tidak perlu hotel mewah, tidak perlu instruktur yang hebat, kamera dan laptop yang mahal, tapi ketekunan dan kebersamaan maka akan terlihat hasilnya.

Disampaikan juga oleh Mas Dana Putra Yuda selaku RTIK Kabupaten Tulang Bawang yang setia menemani rekan-rekan Kecamatan Banjar Agung, bahwa belum aktifnya sebagian kecil rekan-rekan disebabkan adanya pergantian operator akibat kancah politik kepala Kampung. Dalam waktu dekat akan menyusul.

Peserta Admin/Operator Sedang Mendengarkan Arahan dari RTIK Tulang Bawang Mas Dana. (dok desa.id – foto : Badar).

Harapan dari  Badar kedepan aktifkan  website desa tersebut terutama bagi yang belum aktif dan yang sudah aktif untuk dimaksimalkan, jangan beralasan karena keuangan. Itu pasti akan dianggarkan oleh Kampung di tahun 2018, karena itu amanat dari Permendes tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa. “Buat apa penyelengaraan pemerintah desa, pembangunan desa, pembinaan desa, pemberdayaan desa bahkan BUMDES maju jika hanya dilihat oleh desanya sendiri tanpa dilihat oleh orang lain/dipublikasikan!” sambut Badar.

 

 

(bdr/bdr)

Facebook Comments
About Badar 408 Articles
Juru Tulis Kampung Tridarma Wirajaya

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan