Wisuda Bilghoib 30 Juz dan Pengukuhan Mursyid Thoreqoh Qodiriyah Wannaqsyabandiyah

KH. Kholiq Amrulloh. S.Ag beserta Ibu sedang Melaksanakan Wisudawati bilghoib 30 Juz

tridarmawirajaya.desa.id | Tridarma Wirajaya, 31 Desember 2017. Wisuda Bilghoib Al-Qur’an 30 Juz dan Pengukuhan Baddal Mursyid Thoreqoh Qodiriyah Wannaqsabandiyah Pondok Pesantren Tribhaki Attaqwa,  Rama Puja, Lampung Timur telah dilaksnakan Sabtu, 30 Desember 2017. Hadir dalam acara tersebut Bupati Lampung Timur, Sekda Lampung Timur, Camat, Kepala desa, para alim Ulama Pimpinan Pondok Pesantren, Wali Santri dan Jami’yah Ahlith Thoreqoh Al Mu’tabaroh Qodiriyah Wan Naqsabandiyah.

Peserta Wisudawati Bilghoib 30 Juz, 9 orang dari berbagai wilayah. (dokumen desa.id – foto : Badar).

Ada sembilan Wisudawati Bilghoib 30 Juz untuk tahun ini, yaitu :

  1. Afina Izatin binti Nasrun dari Muara Burnai II Lempiuing Jaya, Oki Sumsel
  2. Dewi Fatimah binti Apis Widodo dari Beringin Jaya, Bandar Surabaya, Lamteng
  3. Era Lestari binti Sarwani dari Bandar Jaya Barat, Terbanggi Besar, Lamteng
  4. Iro’atun Hasanah binti H Zainal Aifin dari Dwi Warga Tunggal Jaya, Tuba
  5. Lailatul Qodiriyah binti Sahudi dari Rama Puja II Lampung Timur
  6. Lutfiah Irawati binti Mu’anam dari Retu Baru IV, Rumbia Lampung Tengah
  7. Muntasyiroh binti Alm. Suyono dari Gayau Sakti, Bandar Jaya, Lamteng
  8. Siti Khomsatun binti Wagiman dari Nambah Dadi, Terbanggi besar, Lamteng
  9. Zulaiha Ainun Falah binti Muhaimin, Kota Raman, Lampung Timur.
Salah Satu peserta Wisudawati Menerima Al-Qur’an sebagai tanda Telah Diwisudanya sebagai Hafidz. (dokumen desa.id – foto:badar).

Dalam sambutannya KH. Kholiq Amrulloh, S.Ag, selaku Pengasuh Pondok Pesantren Tribhakti Ataqwa berpesan kepada Wisudawati. Berbanggalah kalian sebagi penghapal Al-Qur’an 30 Juz karna tidak semua orang mampu untuk menghapal Al-Qur’an, maka jagalah dan peliharalah sebab banyak sekali keutamaan bagi hafidz Al-Qur’an, diantarnaya, Hafidz Al-Qur’an akan memnuhi kehormatan, sebagai bekal yang paling baik diakhirat, Orang tuanya akan memperolah pahala khusus dan akan menempati kelas paling tinggi di syurganya Alloh SWT. Maka diharapkan kepada orang tua jangan pernah ragu untuk menghantarkan putra putrinya untuk menjadi Hafidz Al-Qur’an.

Pengukuhan baddal Mursyid Jam’yah Alith Thoriqoh Al Mu’Tabaroh Qodiriyah Wannaqsabandiyah diitkui oleh 40 orang yang tersebar di Sumatera bagian Selatan. Dikarenakan semakin banyaknya jamaah Thoreqoh Qodiriyah Wannaqsyabandiyah dan oleh  KH. Kholiq Amrulloah S.Ag yang tidak terjangkau, seperti dijelaskan bahwa Thoreqoh  Qoodiriyah Naqsyabandiyah adalah perpaduan dari dua buah tharekat besar, yaitu Thariqah  Naqsabandiyah yang didirikan oleh Syaikh  Ahmad Khotib Al-Syambisi dari Makkah pada awal abad ke-13 hijrah/ abad ke-19 M.  Dan termasuk tarekat yang mu’tabarah (diakui keabsahannya).

Badal Mursyid Thariqoh Qodiriyah dan Naqsyabandiyah sedang dikukuhkan Oleh KH Kholiq Amrulloh, S.Ag. (dokumen desa.id – foto:badar).

Dijelaskan pula bahwa thareqot adalah jalan yang harus ditempuh seorang murid agar berada sedekat mungkin dengan Tuhan di bawah bimbingan seorang guru Mursyid. Tarekat mencoba memberi rasa aman dan kesejahteraan di kehidupan akhirat kepada para pengikutnya, setelah mereka merasa bahwa kehidupan mereka di dunia sudah mendekati akhir. Di samping itu tarekat berusaha membuka pintu Surga bagi publik. Tarekat adalah jalan untuk memastikan kesamaan peluang untuk masuk Surga bagi semua lapisan masyarakat, baik yang alim, awam, kaya atau pun miskin. Ruh sebelum masuk ke tubuh memang suci, tetapi setelah bersatu dengan tubuh sering kali menjadi kotor karena digoda hawa nafsu. Maka agar dapat mendekatkan diri pada Tuhan yang Maha Suci, ruh manusia harus terlebih dahulu disucikan. Sufi-sufi besar kemudian merintis jalan sebagai media untuk penyucian jiwa yang dikenal dengan nama thariqat (jalan).

Badal Mursyid Thariqoh Qodiriyah wa Naqsyabandiyah telah dikukuhkan. (dokumen desa.it – foto :badar).

 

Makam KH. Raden Rahmad Djaya Ulama beserta Jeluaraga di Masjid Lama. (dokumen desa.id – foto:Badar).

“Harapan terakhir dari kegiatan ini semua adalah terjalinnya ukuwah islamiyah khusunya keluarga besar Tribhakti Attqwa, meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Alloh SWT. Mudah-mudahan tahun berikutnya masih dapat berjumpa kembali dalam keadaan sehat.” Sambut KH Kholiq Amrulloh Selaku Pengasuh Pondok Pesantren yang sekaligus Mursyid Thariqoh.

 

 

(bdr/bdr)

 

Facebook Comments
About Badar 405 Articles
Juru Tulis Kampung Tridarma Wirajaya

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan