Musrenbang tahun 2018 kampung tridarma wirajaya, mengutamakan pemberdayaan masyarkat

Ketua Badan Permusyawaratan Kampung (BPK) Sedang Membuka Musrenbang T.A 2018. (dokumen desa.id - foto by Haryanto).

tridarmawirajaya.desa,id | Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) merupakan bahasa yang populer dalam penyelenggaraaan perencanaan dan penganggaran di Daerah dan Kampung, bahkan di pemerintahan pusat. Bersama dengan terbitnya Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN), maka musrenbang dapat menjadi ruh pembangunan karena ia merupakan pondasi awal dalam perencanaan pembangunan agar efektif dan efesien.

Musrenbang zkampung dinyatakan dalam zperaturam Menteri Dalam Negeri Nomor 66 tahun 2007 ayat 11, menyebutkan bahwa MusrenbangDesa adalah forum musyawarah tahunanyang dilaksanakan secara partisipatif oleh para pemangku kepentingan desa untuk menyepakati rencana kegiatan di desa 5 dan 1 tahunan. Sedangkan sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nonor 114 Tahun 2014 pasal 46 ayat 1, bahwa musyawarah perencanan pembangunan desa (Musrenbang Desa) diselenggarakan oleh Kepala Desa untuk membahas dan menyikapi rancangan RKP desa. Pasal 1 ayat 7 juga menjelaskan bahwa musyawarah tersebut dilakukan ketua BPD, Pemerintah Desa, dansemua unsur masyarakat yang diselenggaran pemerintah desa untuk menetapkan prioritas program kegiatan dan kebutuhan pembangunan desa yang didanai oleh APBD Desa, swadaya masyarakat dan APBD Kabupaten/Kota.

Juru Tulis Kampung Badar Sedang memimpin Musrenbang tahun 2018. (dokumen desa.id – foto by Haryanto)

Hadir dalam Murenbang, Ketua BPK dan Anggota, Tokoh Masyarkat, tokoh Agama, tokoh Pemuda, Ibu-ibu PKK, Bidan Desa, Pengurus Kelompok Tani dan Undangan lainya . Musyawarah bertempat di Balai Kampung Tridarmaa Wirajaya, 25/12/2017. Musrenbang ini atas prakasa dari Badan Permusyawarah Kampung (BPK) Bapak Iwan Rasidi yang secara langsung membuka acara Musyawarah.

Ada yang berbeda dalam Musrenbang kali ini dimana usulan dan rancangan yang disampaikan oleh peserta mengedepankan bidang empat, yaitu Bidang Pemberdayaan Masyarakat. Seperti usulan dari bidandesa ibu Hernawati, HB beliau mengusulkan bahwa Kampung harus mempunyai bank darah warga, pengadaan tambahan makanan sehat bagi lansia dan ibu hamil, tambahan gizi bagi anak balita. Untuk Bapak Purwanto, Hs Kampung memfasilitasi dan membantu   keluarga yang kurang mampu untuk memiliki BPJS. sedangkan untuk Bapak Junadi mengusulkan pengadaan tower untuk jaringan wifi, penginputan data penduduk, bantuan untuk anak-anak paket c dan honor admin kampung.

Untuk Bidang Pembangunan Usulan yang disampiakan oleh Bapak Sukar, yaitu pembuatan draenase dan gorong-gorong jalan arah makam, sedangkan bapak Paimen mengusulkan  jalan onderlagh di RT. 01 dan 02 suku 02 sepanjang 300 meter dan terakhir Haji Jamil yang mengusulkan 1 buah gorong-gorong di jalan produksi yaitu RT. 04 Suku 02.

Peserta Musrenbang Kampung Dari Semua Unsur Masyarakat Kampung Tridarma Wirajaya. (dokumen desa.id – foto by Haryanto).

Setelah dilakukan pmbahasan diskusi terhadap materi di atas selanjutnya seluruh peserta musrenbang menyetujui dan memutuskan hal-hal yang berketepatan menjadi keputusan akhir, yaitu :

1. Bidang Pembangunan.

  1. Lanjutan draenase RT 04 Suku 01 sepanjang 53 Meter,
  2. lanjutan jalan onderlagh RT 03 suku 04 sepanjang 300 Meter.
  3. Gorong-gorong dua buah suku 02 dan suku 03.
  4. Podium Olahraga dan papan nama Lapangan suku 01.
  5. Jalan Onderlagh RT. 01 Suku 02 Sepanjang 300 Meter.
  6. Tower Wifi Suku 02.

2. Bidang Pemberdayaan

  1. Tambahan Makanan bergizi bagi Lansia,Balita dan bumil
  2. Bank Darah.<.li>
  3. lanjutan pelatihan Sideka.
  4. Penginputan data Penduduk melalui  sideka.
  5. operasional admin sideka dan.
  6. bantuan bagi peserta paket C.
Kesertaan WAnita Dalam Musrenbang Kampung. (dokumen desa.id – foto by Haryanto).

Dengan melihat pergeseran jaman yang sekarang menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan, berarti pemerintah tidak lagi sebagai pelaku utama, melainkan lebih berperan sebagai fasilitator dari dinamika pembangunan, sehinga dari perencanaan, sampai pelaksanaan masyarakat mempunyai hak. Salah satunya melalui proses musrenbangKam. Semoga proses pembangunan dan proses musyawarah semakin dewasa dengan kesadaran dan kecintaan terhadap Kampung.

 

 

 

(bdr/bdr)

 

 

 

 

Facebook Comments
About Badar 405 Articles
Juru Tulis Kampung Tridarma Wirajaya

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan