Dunia bermain anak harapan bangsa

Ceria Dunia Anak-anak Sedang Bermain Ayunan. (dokumen desa.id - foto by badar).

tridarmawirajaya.desa.id | Bermain adalah dunia anak. Selain itu bermain juga merupakan hak anak-anak. Pendapat Orang tua saat ini adalah dengan belajar anak menjadi pintar, dan terlalu sering bermain membuat anak-anak tidak terlalu pintar. Memang pendapat ini ada benarnya. Jika kita melihat dari sisi kemampuan membaca, menulis dan lain-lain.

Anak adalah dunia bermain. Dengan bermain anak-anak menggunakan otot tubuhnya menstimulasi indra tubuh, mengeksplorasi dunia sekitar, menemukan seperti apa dunia ini dan diri mereka sendiri. Lewat bermain anak-anak mempelajari hal-hal baru kapan menggunkan keahliannya tersebut serta memuaskan apa yang menjadi kebutuhannya. Lewat bermainpun fisik anak akan menjadi kreatif, kemampuan konegtif dan berinteraksi dengan orang lain akan berkembang juga.

Anak-anak desa sedang eksis dengan wajah yang ceria. (dokumen desa.id – foto by badar).

Tetapi pada jaman sekarang ini dimana kemajuan dan persaingan juga mengalami perkembangan pesat, anak usia 2 tahunpun sudah mulai masuk pra TK atau kelompok bermain. Kemudian masuk TK dimana sekarang bukan tempat untuk bermain lagi melainkan sudah mulai menjadi tempat mengajar anak membaca, menulis dan berhitung. Orang tua semakin ambisi untuk mewujudkan keinginannya menjadikan anak semakin pintar dan terampil. Hal tersebut memang tidak salah, tetapi jangan abaikan kebutuhan anak, yaitu bermain. Karena bermain adalah hal yang penting untuk perkembangan fisik dan mental anak.

Dengan berbagai gaya yang di Tampilkan anak-anak foto bersama. (dokumen desa.id – foto by badar).

Ada beberapa manfaat bermain bagi anak, Aspek fisik, aspek perkembangan motor besar dan halus, aspek sosial, aspek bahasa, dan aspek emosi. Dengan aspek fisik anak menjadi lebih kuat, karena banyak kegiatan fisik yanag dilakukan saat bermain. Begitu juga dengan aspek sosial anak belajar interaksi dengan orang lain menjalin hubungan dengan teman sebaya,belajar membagi, mempertahankan hubungan pemecahan bahkan belajar untuk melupakan ibunya di saat bermain.

Anak-anak Berkumpul dan Bermain Dengan Cerianya. (dokumen desa.id – foto by badar).

 Dalam memilih alat bermain, sebaiknya carilah bahan-bahan yang tidak berbahaya hindari alat-alat permainan yang bersudut runcing, mengandung warna dan rasa yang beracun, sumbungan kurang kuat, mudah rusak dan lain-lain. Selalu ushakan memberikan waktu untuk bermain anak, karena bagaimanapun anak-anak kita yang memiliki kebutuhan untuk membuat rasa nyaman pada dirinya sendiri.

Inilah Salah Satu cara anak Berkumpul dan Belajar. (dokumen Salah Satu Cara Anak Kampung Dalam Belajar dan Bermain. (dokumen desa.id – foto by badar).

Dengan dunia anak-anakini diharpakan khusunya orang tua untuk selalu mengikuti perkembangan kemampuan anak yang merupakan dasar dari penentuan bakat dan minat anak dikemudian hari. Dikarenakan bermula dari keluarga karakter anak ini terbentuk yang kemudian dilanjutkan ke lembega pendidikan. Dengan harapan mudah-mudahan anak-anak ini kelak menjadi generasi penerus bangsa.

 

 

(bdr/bdr)

 

Facebook Comments
About Badar 374 Articles
Juru Tulis Kampung Tridarma Wirajaya

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan