Dengan Maulid Nabi Muhammad SAW Kita Jalin Ukuwah Islamiyah

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Nurul Iman Tunggal Warga. (dokumen desa.id - foto by jaini).

tridarmawirajaya.desa.id | Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Nurul Iman Kampung Tunggal Warga Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang berlangsung pada Sabtu malam,23/12/2017.  Cukup meriah, dikarenakan Panitia menghadirkan Mubaligh kondang yang biasa tayang di TV Azwaja, yaitu Bapak DR. KH. Muhammad Lukman Hakim, MA. Diperkirakan sekitar  700 0rang pengunjung dari wilayah Kecamatan Banjar Agung dan Kecamatan sekitar. “Seandainya cuacanya bagus pengunjung mencapai 1000 orang.” Kata ketua Panitia. Hadir dalam acara  tersebut Kemenag Kabupaten Tulang Bawang, Tokoh Agama, tokoh adat, alim ulama dan pengunjung.

“Indonesia adalah Negara majemuk dengan berbagai agama,suku dan adat istiadat, oleh karea itu kita harus berhati-hati dalam menyikapi berita dari orang atau kelompok yang mengajak merubah dasar negara kita yaitu Pancasila dengan dasar lain yang bersifat keislaman.” Sambut Drs. Budi Cipto Utomo dari Kemenag Kabupaten Tulang Bawang.

Sebagian Pengunjung dalam Peringatan Maulid Nabi SAW di Masjid Nurul Iman, Tunggal Warga. (dokumen desa.id – foto by Jaini).

Banyak yang diambil hikmah dari peringatan Maulid Nabi SAW ini terutama dalam sikap dan perilaku yang perlu kita tauladani dari kehidupan Rosulullah. Islam meletakan azas-azas yang akan menjaga hakekat kemanusiaan dalam hubungan antar individu atau antar kelompok. Pertama, saling menghormati dan memuliakan. Islam mengajarkan untuk menghormati manusia walaupun telah menjadi mayat. Kedua, menyebarkan kasih sayang. Ini merupakan eksplorasi dari risalah islam sebagai agama utuh, karena islam datang sebagai rahmatallil’alamin. Ketiga, keadilan dan persamaan. Keempat, perlakuan yang sama. Membalas suatu kebaikan dengan kebaikan yang sama atau lebih baik adalah tuntunan setiap masyarakat yang menginginkan hubungan harmonis antar sesama. Kelima, berlapang dada dan toleransi. Keenam, saling tolong menolong dan ketujuth menepati janji.

Pengunjung Dalam Peringatan Maulid Nabi SAW. (dokumen desa.id – foto by Jaini).

Rosulullah SAW merupakan contoh nyata sebagaimana islam merupakan agama kasih sayang dan saling tolong menolong meskipun kepada orang-orang yang berbeda keyakinan, seperti suatu ketika Rosulullah SAW berjalan di Kota Makkah. Beliau melihat seorang wanita tua menunggu seseorang yang bisa dimintai tolong membawakan barangnya. Begitu Rosulullah SAW lewat di depanya, ia memanggil, “Ya ahlal Arab.”! Tolong bawakan barang ini, nanti akan kubayar.” Rosullullah SAW sengaja lewat di hadapan nenek itu karena ingin menolongnya. Maka ketika Rosulullah SAW menghampirinya beliau segera mengangkat barang-barang itu seraya berkata, “Aku akan mengangkat barang ini tanpa bayaran.” Di tengah-tengah perjalanan, wanita tua itu menasehati sang pemuda, ” Menurut kabar yang beredar di Kota Makkah ini ada seseorang yang mengaku nabi, namanya Muhammad. Hati-hatilah engkau dengan orang itu. Jangan engkau terpedaya dan mempercayainya.”

Nenek itu sama sekali tidak tahu bahwa pemuda yang menolongnya dan sedang membawakan barangnya adalah Muhammad SAW. Maka beliau berkata kepada nenek, “Aku ini Muhammad.” Nenek tua itu terperangah begitu mendengar pemuda yang mendampinginya adalah Muhammad yang diceritakannya. Maka, pada saat itu juga nenek itu langsung memohon maaf dan bersyhadat. Ia pun kemudian memuji ahlak Nabi Muhammad SAW, “Sesunguhnya engkau memilik ahlak yang luhur.”.

Dengan hidmatnya Pengunjung Dalam Mendengarkan Tausiyah dari DR. Muhammad Lukman Hakim, MA. (dokumen esa.id – foto by Jaini).

Sebelum mengahiri tausiyahnya beliau berpesan jangam mudah terpancing dengan isu-isu yang tidak jelas yang pada akhirnya menjerumuskan kita sendiri. Sesuai dengan tema pada Peringatan Maulid Nadi SAW yaitu Menjalin Ukuwah Islamiyah dan Mewujudkan Masyarkat yang Berahlakul Karimah, kita berpegang teguh kepada Al-Quranul Karim dan Sunah-sunah Rosulullah SAW.

 

 

 

(bdr/bdr)

Facebook Comments
About Badar 390 Articles
Juru Tulis Kampung Tridarma Wirajaya

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan