Harga Karet Tidak Sesuai Harapan Petani

Lapak Karet milik Bapak Mulyono. (dokumen desa.id - foto by badar).

tridarmawirajaya.desa.id | Minggu, 10 Desember 2017. Harapan petani karet Kampung Tridarma Wirajaya, Kecamatan Banjar Agung Kabupaten Tulang Bawang tidaklah terlalu muluk. Cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari  dan kebutuhan anak sekolah.Andaikan harga karet sudah mencukupi dua kebutuhan dasar tesebut pastinya sudah membuat senang.

Pemerintah Kabupaten dalam hal ini sebenarnya cepat mengambil kebijakan, sebab jika tidak ada penanganan yang serius petani akan semakin susah untuk memenuhi kebutuhan hidup. Peristiwa ini sudah cukuplama andaikan adakenaikan itupun hanya beberapa rupiah dalam waktu yang sebentar, tetapi jika harga turun waktunya lama.

Harga getah karet yang tiap hari berubah-ubah menjadikan petani dan buruh tani karet semakin menjerit, karena pendapatan dan harga kebutuhan yang tidak seimbang. Harga getah karet dari pengepul berbeda-beda ada yang membeli dengan harga Rp 5.300/Kg. ada yang Rp 5.600/Kg ada pula yang membeli dengan harga Rp 6.300/Kg.

Harga yang ditawarkan oleh Bapak Mulyono ini Rp 6.300/Kg. saya beli dari petani dengan harga yang cukup tinggi dibandingkan dengan pengepul lainnya. Setiap harinya mendapatkan getah karet dari petani 500 Kg.Secara menyeluruh memang harga karet tidaklah sebanding dengan harga kebutuhan petani terutama harga pupuk yang cukup mahal, sehingga petani tidak dapat membeli pupuk akibatnya getah karet meurun. Tidak seperti yang dulu dengan  harga getah karet Rp 10.000,- saja kami dapat mencukupi kebutuhan, tetapi untuk sekarang sulit rasanya untuk mencapai harga Rp 10.000,-/Kg.

Mulyono salah satu pengepul getah karet yang membeli getah karet Rp 6.300,- (enam ribu tiga ratus rupiah),09/12/2017. (dokumen desa.id – foto by badar).

 

Bapak Mulyono di tempat pengepulan getah Karet dari petani yang sudah di timbnag. (dokumen desa.id – foto by badar).

Memang sangat ironis padahal Gudang-gudang besar dan pabrik lateks ada di wilayah Kabupaten Tulang Bawang. Ada beberapa alasan mengapa harga karet untuk petani yang ada di kampung Tridarma Wirajaya murah. Dijelaskan oleh Bapak Mulyono, “dikarena bahan  untuk cuka (bahan pembeku) menggunakan tepung cap matahari sedangkan cuka yang baik adalah asam semut.” Disamping menggunakan cuka yang tidak standar, juga irisan baru dua, sampai tiga hari langsung di pulung atau di balem (istilah jawa). Hal ini dilakukan dikarenakan kebutuhan rumah  yang mendesak.

Kami sangat berharap untuk harga karet mencapai Rp 15.000,-/Kg agar kebutuhan pokok kami terpenuhi. Kata Timan Fatoni petani karet. Oleh karena itu semua berharap agar getah karet mencapai harga Rp 10.000,-/Kg dan peran serta pemerintah untuk mencari jalan keluarnya

Getah Karet hasil deresan tiga kali, warnanya putih seperti tahu. (dokumen desa.id – foto by badar).

 

 

 

(bdr/bdr)

Facebook Comments
About Badar 390 Articles
Juru Tulis Kampung Tridarma Wirajaya

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan