Rapat Koordinasi, Camat Himbau Manfaatkan Dana Kampung Sesuai Kebutuhan

Camat Banjar Agung dan Kapolsek Banjar Agung sedang Mengikuti Rapat Koordinasi Kepala Kampung. (dokumen desa.id - foto by badar).

tridarmawirajaya.desa.id | Jum’at, 08 Desember 2017. Rapat Koordinasi antar Kepala Kampung se-Kecamatan Banjar Agung Kabupaten Tulang Bawang berlangsung kemarin Kamis 07/12/2017 di Ruang Kepala Kampung Dwi Warga Tunggal Jaya. Hadir dalam rapat semua Kepala Kampung di wilayah kerja Kecamatan Banjar Agung, Pendamping Desa, Pendamping Lokal Desa, dan Kapolsek Banjar Agung. Rapat Koordinasi membahas tentang pengunaan uang batuan Desa/Kampung yang akan menjadi pagu anggaran tahun 2018.

Dalam rapat tersebut disampaikan bahwa pemanfaatan dana desa harus mengacu pada Peraturan Menteri Kemendesa Nomor 19 Tahun 2017 (Permendes 19 Tahun 2017). Permendes tersebut digunakan sebagai pedoman dalam menyusun petunjuk teknis penetapan prioritas penggunaan dana Desa atau dalam rangka sosialisasi sebelum proses perencanaan Desa dimulai, serta menjadi bahan pertimbangan penyusunan dokumen perencanaan di Desa khususnya Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kampung (APBKam) 2018.

Ada yang menarik dalam ADK 2018 yaitu setiap kampung mendapat pagu Rp.250.000.000. untuk pengadaan mobil ambulan. Beberapa Kepala Kampung juga sempat mempertanyakan teknis pengadaan dan bagaimana operasionalnya mengingat sebelumnya salah satu Kampung di Banjar Agung yaitu Tri Tunggal Jaya sebelumnya pernah membeli mobil ambulan kampung namun kurang optimal pemanfaatannya.

“Kita harus mencermati dari setiap kebutuhan yang ada di kampung masing-masing jangan sampai penggunaan uang tersebut tidak tepat sasaran. Utamakan kebutuhan bukan keinginan,” sambut Camat Banjar Agung Bapak Sudirman, SH.

Dana yang dikelola bukanlah dana yang sedikit oleh karena itu harus sesuai dengan APBKam dan harus berdasarkan musyawarah,” sambut Kapolsek Banjar Agung.

Bapak Sudirman juga menyampaikan bahwa di Kecamatan kita masih banyak penyandang masalah sosial maka diharapkan Kepala Kampung untuk membentuk petugas Pendamping Sosial minimal tiga orang dalam satu kampung yang operasionalnya di anggarkan melalui APBKam.

Camat Banjar Agung, Bapak Sudirman, SH sedang memberikan pengarahan kepada Kepala Kampung. (dokumen desa.id – foto by badar).

Dalam meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat yang cepat, akurat dan efesian maka diharapkan untuk setiap kampung menggunakan Sistem informasi desa kawasan (SiDeKa) oleh karena itu diwajibkan untuk dianggarkan opesionalnya terutama Sideka dan PSM. Dan anggaran yang lainnya agar disinergikan dengan pembangunan yang ada di Kabupaten.

Menurut Camat Banjar Agung, sekarang Banjar Agung sudah canggih. Dengan SiDeKa  dengan mudah mengetahui apa yang terjadi di Banjar Agung. Bukan hanya tentang pembangunan, Data Penduduk, Potensi sampai Tanaman Cabai pun ada beritanya. “Kalau bisa mereka ini para Operator SiDeKa ini dibuatkan seragam, agar saat berkumpul terlihat gagah,” tuturnya.

Hadir Juga Bapak Dana Putra Yuda RTIK Kabupaten Tulang Bawang dalam Rapat Koordinasi. (dokumen desa.id – foto by badar).

Kepala Kampung Tridarma Wirajaya Bapak Tatang Hermansyah dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa dalam penggunaan bantuan dana desa ini akan digunakan sesuai dengan rencana anggaran desa yang merupakan pagu penggunaan dana Kampung tersebut. Selain itu dana yang akan digunakan dititikberatkan ke bidang pemberdayaan dan Badan Usaha Milik Kampung (Bumkam) selebihnya untuk bidang pembangunan dan pembinaan kampung.

Kapolsek Banjar Agung Turut Hadir Dalam Rapat koordinasi Kepala Kampung. (dokumen desa.id – foto by badar).

Selain membangun kampung dari dana desa ada juga  pembangunan yang bersumber dari dana lain yang dikenal dengan dan Program Inovatif Desa. Dana ini digunakan untuk menjaembatani pemerintah Kampung akan solusi bagi penyelesaian masalah,serta inisiatif atau alternatif kegiatan inovatif  kegiatan pembangunan kampung dalam rangka penggunaan dana kampung yang lebih efektif dan inovatif.

Kehadiran Program Inovatif Desa (PID) diharapkan untuk  memacu gerak langkah percepatan pembangunan kampung , khusunya dana kampung pemerintah melalui kemendesa (PDTT) triwulan akhir tahun 2017. Disambut gembira dengan harapan dapat memberikan suntikan baik motifasi maupun realisasi dalam melengkapi desain keramgka pembangunan yang sudah berjalan.

Program tersebut melalui PID Kecamatan Banjar Agung disambut gembira oleh Kepala kampung. “Mudah-mudahan kami amanah dalam menjalankan program ini” sambut Kepala Kampung Tridarma Wirajaya.

Operator Sideka dan Website Kampung bersama Bapak Dana dalam Evaluasi Opersional SiDeKa dan Website Desa. (dokumen desa.id – foto by badar, Lokasi Kantor DWT Jaya).

Pada hari yang sama admin dan Operator dari Kampung yang ada di Wilayah kerja Kecamatan Banjar Agung juga berkumpul membahas dan mengevaluasi kegiatan Sideka yang kepengurusannya sudah dibentuk pada bulan November 2017.

Hadir juga Bapak Dana Putra Yuda RTIK Kabupaten Tulang Bawang yang setia untuk memberikan arahan dan pedampingan bagi operator Kampung dalam menjalankan Sistem Desa Kawasan (SiDeKa) dan Penggunaan Website desa. Disampaikan kita yang notebane bukan desa bordban atau lokpri tetapi kita ikut menikmati dan menggunakan program pemerintah untuk satu data berupa Sideka dan Website Desa.

Memang jika kita perhatikan khususnya untuk Kecamatan Banjar Agung dapat dilihat di dashbor berita dan kualitas data yang merupakan lima besar urutan nasional.

Evaluasi SiDeKa dilanjutkan dengan diskusi Teknik dan Implementasi Jurnalisme Warga di Kampung. Lokasi Kedai Kopi Benter. Foto Hamdan.

Sebelumnya, admin Kampung Tridarma Wirajaya telah mengikuti bimtek Jurnalisme Warga beberapa waktu lalu di Provinsi Lampung. (baca juga : Bimtek Jurnalisme Warga). Materi yang telah di dapat ditularkan kepada Operator SiDeKa Kecamatan Banjar Agung yang belum berkesempatan mengikuti pelatihan. Kami menyampaikan langkah-langkah menulis  yang diawali menentukan topik atau gagasan lalu melakukan pengujian untuk memahami apakah gagasan tersebut penting bagi khalayak, dapatkah gagasan disempitkan sehingga lebih fokus, apakah gagasan itu terikat waktu dan apakah gagasan itu kekinian.

Disampaikan juga cara mengevaluasi sebuah tulisan kepada para operator. Untuk kalimat pembuka misalnya, apakah kalimat pembuka bisa menarik pembaca, dapatkah pembaca mengerti ide yang dituangkan, tulisan serius, adakah kata-kata yang sembrono dan aspek-aspek lainnya.

Untuk menulis, ada tips 5 J yaitu jangan takut salah, jangan takut dikritik, jangan takut ditolak, jangan menyerah dan yang paling penting jangan malas membaca.

(bdr/bdr)

Facebook Comments
About Badar 412 Articles
Juru Tulis Kampung Tridarma Wirajaya

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan