Perlu Penanganan Serius dari Dinas Sosial

Kondisi Cahya Sumirat yang Mengalami Struk. (dokumen desa.id foto by badar).

tridarmawirajaya.desa.id | Selasa, 05 Desember 2017. Tragis memang perjalana hidup salah satu warga Kampung Tridarma Wirjaya, Kecamatan Banjar Agung, Kabupaten Tulang Bawang. Cahya Sumirat nama pemberian dari kedua orang tuanya. Nama yang cukup bagus. Cahya artinya cahaya, Sumirat artinya cahaya yang bersinar diwaktu sore atau pagi hari, berarati Cahya sumirat memiliki pengetian Cahaya yang bersinar (versi kedua orang tuanya).

Dilahirkan pada Tahun 1980 dan telah menikahi seorang perempuan bernama Sumirah asal Kampung sebelah, Kampung Sukamaju, Kecamatan Banjar Margo dan tlah dikarunia dua orang anak laki-laki dan perempuan.

Hidup bersama kedua orang tuanya dan kedua anaknya keluarga ini cukup bahagia. Tapi kebahagiaan itu terganjal dengan meninggalnya ibu tercinta.  Dan dalam waktu yang tidak lama  ayah tercintanya menyusul meninggal dunia. Kini hidup bersama keluarga kecilnya seorang istri dan kedua orang anaknya dan menempati rumah warisan dari orang tuanya yang sudah cukup tua.

Kondisi Pak Cahya Sumirat saat masih sehat wal’afiat. Dokumentasi by Badar.

Hidup ia jalani bagaikan air yang mengalir tidak ada rencana masa depan, mengingat hanya seeorang buruh harian. itupun jika ada yang memerlukan tenaganya. Dengan hidup pas-pasan dikagetkan dengan berita, bahwa anak pertamanaya meninggal dunia karena kecelakaan, dan itu benar.

Karena himpitan dan musibah yang ia derita maka istri tercintanaya meniggalkan suami dan anaknya tanpa pamit. Kedengar kabar jika istrinya sudah tinggal bersama seorang laki-laki dan telah mempunyai anak. Hidup ia jalani berdua dengan putrinya tapi menjelang remaja putinyapun meniggalkan ayahnya tanpa pamit, dan entah dimana rimbanya. Kini ia tinggal seorang diri, cukup untuk bersabar dengan keadaan yang ia jalani.

Bertahan hingga dua tahun ia jalani hidup sendiri dan  sebagai manusia normal ia pun bermaksud untuk melabuhkan hidupnya dengan seorang wanita pilihanya.  Kemudian ia jual rumah warisan untuk biaya nikah. Uang tersebut diserahkan kepada calon istri tercinta. Namun apa boleh dikata perkawinan itu batal entah karena alasan apa, sehingga uang tersebut habis.

Rumah yang ditempati oleh Cahya Sumirat Milik Ibu Ari Susanti. (dokumen desa.id foto by badar).

Dua kali ia menumpang rumah untuk tinggal, pertama rumah milik Bapak Wahra namun tidak betah di rumah itu maka sekarang menumpang di rumah Ibu Ari Susanti. Sekarang ia jatuh sakit struk sebelah bagian kiri dari badannyaa tidak bisa digerakan. Sukur masih ada tetanga yang mau peduli untuk mengurusnya.

“Dia ini tidak sanak saudara, istri dan anaknya tidak tahu di mana tinggalnya, jadi saya yang ngurus sekarang,” kata Sunarti tetangganya.

Dari Pemerintah Kampung melalui Ketua RT Bapak Sukardi dan Kepala Suku Bapak Sunarto bekerja sama dengan masyarakat menghimpun dana untuk meringankan beban yang diemban oleh Cahya Sumirat.

(bdr/bdr)

Facebook Comments
About Badar 410 Articles
Juru Tulis Kampung Tridarma Wirajaya

3 Comments

Tinggalkan Balasan