Cak Khurin Meninggal Tanpa Sakit

Jenazah Almarhum Bapak Khurin SEtelah di Sholatkan di Masjid Nurul Jadid. (dokumentasi desa.id. foto by badar).

Tridrmawirajaya.desa.id – Satu lagi putra terbaik Kampung Tridarma Wirajaya berpulang ke Rahmatulloh. Bapak Khurin yang biasa di pangil dengan sebutan “Cak Khurin” meninggal tadi pagi jam 09.00 WIB di perjalanan menuju rumah sakit Mutiara Bunda unit 2 Tulang Bawang.

Wafat dalam usia 64 meninggalkan satu oang istri dan enam orang anak. Anak pertama  perempuan telah menikah ikut sumainya di Jawa Timur tepatnya di mojokerto. Anak yang kedua dan ketiga laki-laki juga telah menikah. Masing-masing tinggal di Lampung Tengah dan di Mesuji. Anak ke empat perempuan sudah menikah tinggal di kampung yang sama, anak  yang ke lima dan ke enam keduanya laki-laki masih belajar ilmu agama di Pondok Pesantren Al-Islah, Purwajaya.

Warga menunggu Kedatangan Jenazah Bapak Khurin dari Rumah Sakit Mutiara Bunda Unit 2.      (dokumentasi. desa.id. foto by badar).

Bapak Khurin ini adalah warga yang cukup santun, tidak banyak berbicara merupakan tokoh agama dan pendidik ilmu agama bagi anak-anak di lingkunganya. Hikmah yang paling  banyak dari ajaran beliau adalah sabar dalam keadaan apapun, walau dalam kekurangan.

Pagi itu seperti biasanya setelah sholat subuh selalu membaca Al-Qur’an. Sarapan pagi dan minum satu gelas teh hangat dan tidak ada keluhan apa-apa. Kemudian mengahantarkan dagangan ke SDN 02 Tridarma Wirajaya (istri beliau berjualan makanan anak-anak di SDN 02 Tridarma Wirajaya) yang letaknya tidak jauh dari tempat tinggalnya. Sepulang menghantarkan dagangan dari  SDN 02 itu mengeluh, jika perut sebelah kiri sakit dan kedua pundaknya terasa berat. Kemudian istri almarhun Sri Amah meminta bantuan kepda keponakanya ( Khomsun). Dari peristiwa itulah lama kelamaan  kondisi badanya melemah kemudian  dibawalah ke Rumah Sakit Mutiara Bunda memakai mobil anak menantunya ( Ali Mursid) Setibanya di Rumah Sakit langsung ditangani oleh tim medis, tetapi tim medis mengatakan bahwa, “ Bapak Khurin telah tiada, telah meninggal dunia.” Oleh keluarganya segera di bawa pulang kembali.

Suasana pemakaman almarhum Bapak Khurin di Pemakaman Umum Kampung Tridarma Wirajaya. (dokumentasi. desa.id. foto by badar).

Setibanya di rumah sudah disambut oleh warga. Yang menjadi warga terkesima   meninggalnya Bapak Khurin ini tidak mengalami sakit terlebih dahulu, “eh tahu-tahu ada berita jika Bapak Khurin meninggal.” Kata ibu Jamilatun salah satu pentakziah.

Tiba dirumah terus dilakukan proses fardlu kifayah, yaitu memandikan dan mengafani sembari menunggu selsainya menggali tanah di kuburan. Setelah selesai menggali makam, maka jenazah di sholatkan di Masjid Nurul Jadid yang diimami oleh H. Maksum dan diikuti lebih dari 80 jama’ah. Jenazah dimakamkan tepat pukul 14.30 WIB di pemakaman umum Kampung Tridarma Wirajaya.

Banyak hal yang dapat diambil pelajaran semasa hidupnya, yaitu kesederhanaan, kesabaran walaupun beliau serba kekurangan dalam ekonomi, selalu menerima dan bersyukur. “Kami mewakili aparatur Kampung Tridarma Wirajaya mengucapkan selamat jalan Bapak Khurin semoga alloh swt mengampuni dosa-dosanya, dilanggengkan kenikmatan kuburnya dan menjadikan husnul khotimah.” Sambut Kepala Kampung Tridarma Wirajaya. Selamat jalan Bapak Khurin………

Pemakaman Umum Kampung Tridarma Wirajaya tempat dimakamkannya Almarhum Bapak Khurin. (dokumentasi. desa.id. foto by badar).

 

(bdr/bdr)

 

Facebook Comments
About Badar 405 Articles
Juru Tulis Kampung Tridarma Wirajaya

1 Comment

Tinggalkan Balasan