Aktifitas Pasar Tradisional Kampung Tridarma Wirajaya

Kondisi Pasar Tradisional Kampung Tridamrma Wirajaya tampak depan (dok. badar. foto by badar

tridarmawirajaya.desa.id | Senin, 20 November 2017.

Pasar merupakan sebuah tempat mempertemukan seseorang dengan seseorang lain untuk melakukan sebuah transaksi, biasanya transaksi yang terjadi pada pasar adalah transaksi jual beli terutama segala sesuatu yang berhubungan dengan kebutuhan pokok manusia, mulai dari kebutuhan pangan dan sandang yang sangat memasryarakat bagi kalangan masyakarat apapun itu.

Dari bertemunya penjual dan pembeli itulah maka terjadilah transaksi yang berkelanjutan setiap harinya sehingga akan menjadi sebuah kebiasaan atau bahkan sebuah kebudayaan dalam suatu masyarakat lokal maupun global konsep pasar ini dibawa dari jaman tradisional hingga jaman modern dan global ini konsep pasar masih tetap dibutuhkan dan dipertahankan dalam kehidupan bermasyakarat

Lapak sayuran Milik Ibu Suprihatin yang belum habis terjual.  (dok. desa foto by Badar).

Pasar Tradisional adalah pasar yang pelaksanaannya bersifat tradisional tempat bertemunya penjual pembeli, terjadinya kesepakatan harga dan terjadinya transaksi setelah melalui proses tawar-menawar harga. Biasanya pasar tradisional umumnya menyediakan berbagai macam bahan pokok keperluan rumah tangga, dan pasar ini biasanya berlokasi di tempat yang terbuka.

Bangunan di pasar ini berbentuk toko dan kios. Toko semi permanen umumnya digunakan untuk berjualan aneka kue, pakaian, dan barang atau perabotan lainnya. Adapun los-nya yang digunakan untuk berjualan buah-buahan, sayuran, ikan, daging dan sebagainya. Penerangan di pasar tradisional secukupnya, dan tidak ber-AC. Kebersihan juga kadang kurang terjaga, seperti sampah banyak berserakan dan bertumpukan sehingga sering menimbulkan bau. Akibatnya jika turun hujan, akan becek dan kotor. Tapi semakin kesini kebersihan di pasar tradisional mulai di tingkatkan, bahkan sekarang ada pasar tradisional yang rapi dan bersih sehingga nyaman.

Pedagang Kelontongan Milik Bapak Hendra dengan beberapa pembeli.  (dok. Badar. foto by Badar)

Seperti halnya pasar Tradisional yang dimiliki oleh Kampung Tridarma Wirajaya, Kecamatan Banjar Agung,  yang terletak di RT. 01 RW. 01, berdiri sejak tahun 1981, merupakan salah satu pasar Tradisional yang masih berlangsung aktifitasnya, selain pasar yang berada di Unit 2.

Dalam aktifitasnya pasar Tradisional ini berlangsung seminggu 3 (tiga) kali, yaitu : setiap hari Senin, Kamis dan hari Sabtu. kecuali hari-hari tertentu.

Sebagai pusat perekonomian Kampung Tridarma Wirajaya. bahwa pasar ini terbilang sudah cukup lengkap dari mulai Pakain, peralatan Prertanian , sayur Mayur, Ikan ,Daging, dan untuk kios/Pertokoan  di depan sudah ada Material Bangunan, Dealer Motor, sehingga masyarakat Kampung Tridrma Wirajaya dan Kampung Seketirnya dapat terpenuhi.

Los Kain yang tampak lenggang, sepi dan sunyi oleh pembeli. (dok. Desa. foto by Badar).

Setelah kami, admin Kampung berkunjung ke pasar dan menemui langsung beberapa pedagang yang berjuan di pasar tersebut (20/11/2017) , memang sudah cukup komplit barang dagangan yang diperjual belikan, sehingga warga yang berbelanja merasa terpenuhi.

Saya belanja keperluan dapur mas, seperti sayu-sayuran, ikan tawar, dan makanan kecil semua sudah tersedia di pasar ini, jadi tidak usah jauh-jauh pasar ke Unit 2“. Kata Ibu Jamilatun yang sempat saya temui.

Selanjutnya saya menemui pedagang kain ” Sepi Mas, baru dapat pelaris aja. Berdagang di sini akan ramai jika musim panen sekitar bulan Juli sampai dengan September atau menjelang hari raya, ini saya sadari karena masyarakat di sini mayoritas petani, sekarang kan pada musim tanam sedangkan untuk kebun karet untuk musim ini penghsilannya rendah ditambahharga karet sedang turun, yach harus sabar.” Kata Bapak Yoyo pedagang kain dengan sedikit agak kecewa karena dagangannya sepi pembeli.

Hal ini dibenarkan juga oleh bapak Sunarto, dan Ibu Suprihatin pedagang buahan-buahan dan pedagang sayuran yang  ikut dagang di pasar ini.

Lapak buah-buahan milik Bapak Sunarto. (dok. desa. foto by Badar).

 

 

(bdr/bdr)

 

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan