Program Bedah Rumah untuk Warga Tridarma Wirajaya

tridarmawirajaya.desa.id|Minggu, 30 Juli 2017, Salah satu program pembangunan Kampung dalam peningkatan kesejahteraan warganya adalah tempat tinggal yang layak huni. Di Kampung Tridarma Wirajaya masih ada warga yang tempat tinggalnya kurang layak huni atau rumah yang kurang sehat. Dimana rumah tersebut masih berdinding papan dan genteng yang kualitasnya rendah, berlantai tanah menggunakan sumber air yang terbuka, wc cemplung. Keluarga yang demikian terdaftar 60 Kepala Keluarga dari 610 Kepala Keluarga.

Rumah Bapak Karmiun, salah satu warga yang diusulkan mendapatkan program Bedah Rumah dari Kampung.

Dari pemerintah Kampung telah berupaya untuk membantu keluarga yang kurang mampu tersebut salah satunya dengan program bedah rumah yang diusukan ke Kementrian dua tahun yang lalu, tetapi sampai sekarang belum pernah ada jawaban. Namun demikian pemerintahan Kampung beserta masyarakat telah berupaya untuk membantu memperbaiki rumah tersebut. sudah ada dua rumah yang berhasil dibangun, yaitu rumah bapak Tasiman dan Bapak Dedi.

Rumah Bapak Samani, salah satu warga yang diusulkan mendapatkan program Bedah Rumah dari Kampung.

Pola dari bantuan tersebut ada yang membatu kayu, paku, asbes dan yang pasti tenaga kerja secara bergotong royong. ” Kegiatan ini adalah wujud nyata kepedulian pemerintah kampung dan semua lapisan mayarakat terhadap saudara-saudara kita yang lemah dalam ekonomi. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat berkesinambungan ” Kata Kepala kampung yang turut hadir dalam kegiatan dimaksud.

Rumah Bapak Suripno, salah satu warga yang diusulkan mendapatkan program Bedah Rumah dari Kampung.

“Saya ucapkan terimakasih kepada Kepala Kampung dan semua warga yang telah membantu saya, dalam membangun rumah ini ” demikian yang diucapkan oleh bapak Tasiman dengan mata yang berkaca-kaca.

Rumah Bapak Ngatemin, salah satu warga yang sudah mendapatkan program Bedah Rumah dari Kampung.

“Bukan tidak ada program bedah rumah untuk Kabupaten Tulang Bawang, tetapi lebih diutamakan daerah yang terpencil dan rawan banjir yaitu daerah rawa pitu ” Kata ibu Rismamati selaku Petugas Sosial Kecamatan Banjar Agung, ”  Maka kita harus bersabar dan kegiatan gotong royong membangun rumah bagi keluarga yang kurang mampu tetap dijalankan dan di lestrikan ” Tambah ibu Risma.

Facebook Comments

1 Comment

Tinggalkan Balasan