Seluruh Kampung di Kecamatan Meraksa Aji Menuju Ke Linux

Dana Putra Sedang Menyampaikan Materi Dalam Pelatihan Linux di Meraksa Aji. (dokumen desa.id - foto : Badar).

tridarmawirajaya.desa.id |   Mingggu,16/07/2017 bertempat di SMP Negeri 1 Meraksa Aji, Ketua relawan TIK Meraksa Aji, Mustakim bekerja sama dengan Pemerintahan Kampung menggelar pelatihan Sideka yang kedua kalinya yang diikuti oleh seluruh Kampung Se-Kecamatan Meraksa Aji. Dalam pengelolaan Web desa dan sistem informasi desa dengan platform sideka Kampung Bina Bumi,Kampung Karya Bhakti, Kampung Kecubung Raya, Kampung Marga Jaya, Kampung Paduan Rajawali dan Kampung Sukarame, Kecamatan Meraksa Aji, Kabupaten Tulang Bawang, Provinsi Lampung memilih linux sebagai sistem operasi utamanya.

Distro yang paling digemari adalah linux mint, alasan mereka tampilannya sangat mirip dengan windows sehingga tidak memerlukan waktu lama untuk berdaptasi menggunakannya. Penggunaan firefox dalam linuxpun lebih cepat dibandingkan di windows, sehingga menginput web desa menjadi lebih nyaman dan menyenangkan.

Peserta Sedang Mendengarkan Paparan dari Putra Yuda dalam Pelatihan Situs desa. (dokumen desa.id – foto : Badar).

Pelatihan ini dimulai dari pukul 14.00 s/d 17.00 WIB dengan nara sumber  Dana Putra Yuda selaku anggota Relawan TIK Kabupaten Tulang Bawang. Selain belajar situs desa, juga dipelajari penggunaan wordpres android agar dapat menginput berita dengan mudah melalui smatphone, penginputan data kependudukan desa yang memiliki manfaat, pengambilan keputusan desa yang cepat dan akurat, masyarakat yang dilayani merasa nyaman surat menyurat menjadi praktis dan cepat.

Peserta Pelatihan Menggunakan Linux untuk Situs Desa. (dokumen desa.id – foto : Badar).

Dengan waktu yang terbatas peserta diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kampung dengan cepat dan akurat dengan data yang falid bagi pemangku kebijakan seperti  Pemerintahan Kampung, Pemerintahan Kecamatan, Pemerintah  Kabupaten  bahkan Pemerintah Pusat. Sebelumnya seluruh proses dilakukan secara manual sehingga untuk memanggil berkas yang dibutuhkan memerlukan waktu yang lama dan bahkan sering data tersebut tidak terarsip dengan baik, namun dengan digitalisasi saat membutuhkan data tertentu misalnya ada warga yang kecelakaan yang memerlukan darah O, pemerintahan kampung untuk mendapatkan informasi tersebut hanya memerlukan beberapa klik pada laptop, maka seluruh data warga kampung yang memiliki darah O akan tampil.

Dengan harapan dalam waktu yang singkat maka semua kampung agar memiliki data yang falid, sehingga apa yang diperlukan masyarakat dalam waktu yang singkat dapat terpenuhi.

(bdr/bdr)

 

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan